Sabtu, 13 April 2013

Makhluk Mistis yang Sebenarnya Tak Pernah Ada di Dunia

|0 komentar

Ketika ilmuwan mengunjungi bagian-bagian asing planet ini, seperti ventilasi panas samudera atau hutan yang terisolasi gunung, spesies tak terdokumentasi sering ditemukan. Seperti apa?

http://www.didunia.net/

Warga seringkali meyakini temuan ini sebagai hewan mistis, seperti bigfoot, monster loch ness dan el chupacabra. Warga seolah berharap makhluk-makhluk ini benar-benar ada. Dalam kebanyakan kasus (harapan para warga), bukti ilmiah yang muncul untuk 10 hewan mistis ini tak begitu meyakinkan. Simak berikut.

Bigfoot
Beberapa nama diberikan untuk manusia-binatang berbulu berkaki dua misterius yang menjelajah Amerika Utara. Laporan mengenai makhluk ini pertama muncul di 1950-an.

Sejauh ini tak ada bukti gigi, rambut, tulang atau jejak Bigfoot lainnya ditemukan. Bukti terbaik makhluk ini adalah, film Patterson-Gimlin terkenal yang direkam di California pada 1967, bahkan di film itu, makhluk itu tampak seperti pria berkostum gorila murah.

Nessie
Makhluk ini lebih terkenal sebagai Monster Loch Ness. Nessie merupakan hewan air penghuni Loch Ness Skotlandia. Nessie pertama kali dilaporkan pada 1933. Sejak itu, warga setempat dan wisatawan sering mengaku melihat sesuatu dalam danau dingin.

Menurut beberapa orang, Nessie merupakan Plesiosaurus, reptil laut besar dari zaman dinosaurus. Meski terkadang ada laporan, foto, dan penyelidikan ilmiah, bukti nyata keberadaan Nessie belum ditemukan.

Chupacabra
El chupacabra atau ‘penghisap darah kambing’ ini pertama kali muncul di Puerto Rico pada pertengahan 1990-an. Beragam deskripsi muncul tapi makhluk ini dikabarkan memiliki setinggi 1-1,5 meter dan memiliki deretan duri di punggung serta mata bak alien. Vampir ini konon mengisap darah mangsanya, terutama kambing, domba, dan binatang kecil.

Setan Jersey
Hewan mitos ini lahir di awal 1700-an. Menurut cerita rakyat, di New Jersey, ada seorang wanita melahirkan monster terkutuk berkepala kuda, sayap kelelawar dan kuku terbelah. Selama berabad-abad, legenda ini dihiasi kabar bohong dan penampakan sesekali di hutan. Namun, menurut buku Loren Coleman ‘Monster of New Jersey’ tak ada bukti kuat keberadaan hewan mitos.

Champ
Champ merupakan Nessi versi Amerika, raksasa misterius yang hidup di Danau Champlain. Champ memiliki beragam bentuk namun kabarnya, makhluk ini berbadan bungkuk, panjang beberapa puluh meter, kulit gelap dan kepala seperti ular atau anjing. Foto Champ 1981 pun marak. Sejak itu, legenda Champ tetap hidup berkat ‘penampakan,’ ambigu foto serta video.

Mosnter Montauk
Makhluk aneh ini terdampar di sebuah pantai di Montauk, New York pada Juli 2008. Foto hewan ini menggambarkan, hewan ini berkaki empat dan bercakar serta hampir tak memiliki bulu. Beberapa pihak berpendapat, foto itu bohongan, lainnya yakin itu adalah babi atau binatang yang direkayasa genetik. Namun akhirnya, monster ini diidentifikasi sebagai rakun busuk.

Putri Duyung Feejee
Putri duyung tak sesuai dengan citra publik monster. Namun, makhluk ini pengecualian. Showman PT Barnum memperkenalkan Putri Duyung FeeJee pada 1840-an. Makhluk ini sama sekali tak cantik dan setengah ikan setengah wanita telanjang melainkan kepala dan dada monyet kecil mengerikan dengan tubuh dan ekor ikan. Tentunya, makhluk ini tak nyata, hanya satu dari beberapa putri duyung palsu yang diciptakan demi uang.

Monster Laut
Cerita monster laut muncul selama ribuan tahun. Buku tahun 1752 berjudul ‘Natural History Norwey’ menyebutkan adanya monster bernama Kraken yang memiliki ukuran sama seperti sebuah pulau kecil, ‘bulat, datar, dan penuh senjata,’ serta sering dikendalikan dewa laut. Penampakan ular laut makin sangat jarang saat ini, para ilmuwan pun yakin, laporan awal makhluk ini berasal dari cumi-cumi raksasa 43 meter.

Ogopogo
Nampaknya tiap negara punya monster danaunya sendiri. Ogopogo merupakan ‘Nesssie Kanada’ yang hidup di Danau Okanagan British Columbia. Berabad lalu, warga asli Amerika percaya, roh air tinggal di danau, dan pengorbanan hidup harus dilakukan untuk menenangkan iblis air ini. Ogopogo nyatanya adalah nama lagu dansa populer. Meski bukti ilmuah kurang, warga sering melaporkan hal aneh di danau itu.

Vampir
Vampir fiksi sering muncul tersiksa, berjiwa seksi, dan meminum darah manusia. Namun, banyak binatang vampir yang sebenarnya, termasuk lintah, nyamuk betina, kutu dan, kelelawar vampir. SUMBER
 

Seruni Bahar siap seret Annisa Bahar ke jalur hukum

|0 komentar
Seruni Bahar siap seret Annisa Bahar ke jalur hukum


Jika somasi yang dilayangkannya tak ditanggapi, Seruni Bahar siap membawa Annisa Bahar ke jalur hukum. Per hari ini, Seruni yang merupakan kakak ipar Annisa telah melayangkan somasi ke Annisa.
"Hari ini sudah melayangkan somasi. Sudah dilayangkan. Kami memberikan waktu 1 minggu untuk memenuhi hukum acara saja," ucap Dani Saliswijaya, SH, MH, pengacara Seruni di Mawar Cafe Menara Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (12/04).
Seruni Bahar dan sang suami Eko Bahar
"Kalau musyawarah tidak bisa juga. Kita akan menempuh jalur hukum. Kami beri waktu 1 minggu tidak ada etikat baik, kami akan layangkan somasi kedua dan seterusnya," lanjutnya.
Seruni pun ternyata sudah meminta ijin kepada suaminya, Eko Bahar untuk melakukan somasi terhadap Annisa.
"Aku sudah izin dengan suami untuk mensomasi Annisa," katanya. "Yang pasti saya gak akan mundur dan mencopot nama Bahar, karena saya masih menjadi istri sah Eko Bahar," tandasnya. SUMBER

Cara membangkitkan gairah cinta yang mulai padam

|0 komentar
Cara membangkitkan gairah cinta yang mulai padam


Seiring bertambahnya usia pernikahan, tak sedikit orang yang merasa sudah tidak diperhatikan oleh pasangannya. Gairah cinta sudah tak menggebu-gebu seperti masa pacaran dulu. Adanya kesibukan dan beban tanggung jawab yang semakin besar bisa jadi penyebabnya. Jika terus dibiarkan, permasalahan ini bisa menyulut pertengkaran yang akan mengganggu rumah tangga Anda. Berikut cara mudah membangkitkan gairah cinta yang mulai padam, dilansir Idiva (11/4). 

1. Kirim pesan cinta
Pesan cinta melalui sms atau suara dapat membantu mengembalikan keintiman Anda. Kesibukkan pekerjaan dan stres di tempat kerja bisa membuat Anda lupa atau cuek pada pasangan. Jadi, dalam satu minggu pertama, kirimkan pesan cinta padanya. Namun jangan berlebihan. 

2. Buat pasangan menjadi istimewa
Ada banyak cara untuk membuat pasangan menjadi istimewa. Misalnya, Anda bisa mengambil alih pekerjaan rumah tangga, dengan memasak makanan favoritnya selama seminggu. Anda juga bisa memberi bunga atau hadiah yang mereka sudah inginkan sejak lama. Lakukan selama seminggu, hal ini akan membuat mereka merasa lebih dicintai.

3. Membuka kenangan
Jika Anda sudah beberapa menyenangkan dan memiliki banyak kenangan indah yang dilewati, cobalah untuk mengulangi kenangan tersebut. Memajang foto pernikahan, menulis surat cinta pada pasangan atau pergi ke tempat-tempat romantis yang pernah Anda kunjungi saat pacaran. Lakukan ini selama seminggu dan lihat perubahannya. Anda dan pasangan akan lebih romantis daripada sebelumnya. 

4. Lakukan kegiatan bersama
Kapan terakhir kali Anda berpikir untuk melakukan hal bersama-sama? Jadi, rencanakanlah untuk melakukan kegiatan bersama. Bila perlu bikin jadwal khusus. Mulai dari hal kecil seperti memasak bersama di akhir pekan atau berlibur. Nantinya akan banyak hal seru yang bisa Anda bagi bersama pasangan. 

Ketika hubungan mulai dingin, bukan berarti Anda tidak bisa menyelamatkannya. Biasakan bersikap romantis dan penuh kasih agar hubungan Anda tetap harmonis. SUMBER

4 Hal yang Bikin Hubungan Seks ‘tak Asik Lagi

|0 komentar

Seks seharusnya mejadi aktivitas yang paling menyenangkan dan paling dinanti oleh setiap pasangan. Namun, tidak sedikit pula ada yang menganggap bahwa seks adalah aktivitas yang ‘menyakitkan’, sehingga beberapa orang merasa ‘takut’ ketika pasangan mengajaknya untuk berhubungan seks.
4-Hal-yang-Bikin-Hubungan-Seks-‘tak-Asik-Lagi
Seorang penulis buku berjudul Healing Painful Sex, Deborah Coady, MD, menyebutkan bahwa ada beberapa hal yang menjadi penyebab seks terasa menyakitkan bagi sebagian orang. Berikut 4 di antaranya seperti dilansir cosmopolitan.

Miss V Belum Siap

Biasanya ini terjadi pada pasangan baru menikah dan buru-buru ingin segera penetrasi tanpa melalui proses foreplay terlebih dulu. Padahal fungsi dari foreplay adalah untuk mempersiapkan Miss V agar memproduksi cairan pelumas selama foreplay.

Duduk Terlalu Lama di Depan Komputer

Duduk berlama-lama di depan komputer dapat mengakibatkan otot kaku. Terutama otot-otot di daerah panggul. Pada kasus tertentu kebiasaan ini dapat menyebabkan peradangan pada saraf-saraf organ di daerah panggul dan sekitarnya, termasuk di daerah kemaluan, sehingga menimbulkan sensasi tidak nyaman saat bercinta.

Pubic Hair Terlalu Tajam

Kebanyakan pria memang suka mencukur bulu kemaluannya agar terlihat lebih rapi dan bersih. Namun terkadang bekas cukuran yang kurang bersih masih menyisakan bulu-bulu pendek yang tajam dan dapat mengganggu kenyamanan bercinta.

Kekenyangan

Sebaiknya jangan makan terlalu banyak hingga kekenyangan jika Anda berencana untuk berhubungan seks. Perut yang terlalu kenyang bisa membuat aktivitas seks menjadi kurang nyaman. Terutama saat Anda berencana melakukan berbagai variasi gaya saat berhubungan seks SUMBER

Suami Gemuk Bisa Cepat Langsing Jika Istri Mencoba Cara ini

|0 komentar

Suami Anda gemuk dan Anda ingin melihatnya langsing seperti bintang film Hollywood? Mudah saja, omeli suami Anda lebih sering.
Suami-Gemuk-Bisa-Cepat-Langsing-Jika-Istri-Mencoba-Cara-ini
Sedikit jahat memang. Namun penelitian yang dipublikasikan di Journal of Family Psychology, membuktikan bahwa pria jauh lebih mungkin tergerak untuk menurunkan berat badan bila istri atau kekasihnya terus mengkritik, mengomentari dan menyindirnya.
Peneliti AS menemukan bahwa pria yang menjalankan diet atau berolahraga setengah hati justru mendapat hasil yang lebih baik, bila sang istri terus mengomelinya.
Namun sebaliknya, pendekatan ini sama sekali tidak berhasil bagi wanita. Peneliti menemukan bahwa wanita yang secara teratur dikritik oleh pasangannya untuk menurunkan bobot enggan untuk mengambil tindakan.
Para psikolog dari University of California, Southern Methodist University, dan Florida State University, mengatakan bahwa wanita yang sering menghadapi tekanan kuat dari lingkungan agar langsing, seperti kata-kata kasar dari suami, tampaknya akan kebal dan tidak mudah tergerak untuk menurunkan bobot.
Temuan ini menyimpulkan bahwa memberikan komentar negatif kadang-kadang memiliki manfaat yang positif dalam suatu hubungan. Temuan ini berdasarkan pada 165 pasangan, yang baru menikah hanya beberapa tahun dan bertambah berat badan setelah menikah.
Sejumlah penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa kedua jenis kelamin cenderung akan bertambah berat badan dalam beberapa tahun pertama pernikahan, karena mereka terjebak ke dalam gaya hidup yang nyaman.
Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa suami yang mengeluh dan kesal tentang kelebihan berat badan lebih mungkin untuk memulai diet dan berolahraga, jika mereka menghadapi apa yang disebut para psikolog sebagai “oppositional behaviour” dari istri mereka SUMBER

4 Penghalang Gaya Hidup Sehat

|0 komentar

Mengurangi makanan berlemak, tidak merokok, dan rajin berolahraga, adalah beberapa contoh gaya hidup sehat yang kini sedang marak disosialisasikan di seluruh dunia.
4-Penghalang-Gaya-Hidup-Sehat-1
Namun bagi sebagian orang, gaya hidup sehat ini tidak lebih dari sebuah motivasi yang tertempel di lemari atau di meja dapur mereka, karena gaya hidup tidak sehat tidak juga dijalankan.
Menjalankan gaya hidup sehat adalah pilihan. Dalam pelaksanaannya, ada beberapa hal yang dapat menghalangi seseorang untuk menjalankan gaya hidup sehat. Berikut 4 diantaranya:

Tekanan Psikis

Ketika mengalami emosi negatif seperti frustrasi, takut atau marah, seseorang akan cenderung melampiaskan pada gaya hidup tidak sehat seperti, merokok, makan dalam porsi besar, dan bahkan mengonsumsi alkohol.
Tentu dalam jangka panjang kebiasaan ini akan merugikan kesehatan. Daripada melampiaskannya pada rokok dan minuman keras, sebaiknya ganti dengan kebiasaan lain seperti berlatih tinju, bersepeda, dan aktivitas lain yang bisa membuat tubuh Anda aktif bergerak.

Mitos yang Menyesatkan

Beberapa orang masuk ke dalam perangkap kepercayaan bahwa untuk meraih sukses dalam suatu hal, termasuk dalam gaya hidup sehat, Anda harus membayar mahal, meluangkan banyak waktu dan bekerja sangat keras.
Padahal yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukannya dengan benar. Jika Anda mencoba berhenti merokok, berarti Anda berhasil mengemat ratusan ribu rupiah dan mempunyai tabungan lebih banyak. Bahkan Anda tidak perlu membeli minyak goreng karena sekarang Anda mengolah makanan dengan cara direbus, kukus, atau dibakar. Hemat bukan?

Meragukan Diri Sendiri

Bayangkan saja Anda sudah mendapatkan apa yang Anda inginkan. Dengan semangat itu setiap hari, Anda akan termotivasi untuk melakukan gaya hidup sehat lebih baik dari waktu ke waktu. Jadi, hilangkan pikiran “Saya tidak akan pernah mendapatkannya!” atau “Ini tidak akan berhasil!”, atau pikiran negatif lainnya yang mungkin Anda miliki.
Apa yang Anda yakini dalam pikiran bawah sadar Anda akan selalu benar terjadi pada Anda. Itu sebabnya Anda harus berusaha untuk selalu berpikir positif. Mengubah pikiran Anda menuju apa yang Anda inginkan akan membuat perasaan Anda berubah menuju apa yang Anda inginkan itu, sehingga tindakan Anda juga akan berubah dan Anda akan mulai mendapatkan hasil yang Anda inginkan.

Membatasi Diri

Tidak ada batasan kecuali untuk apa yang kita tempatkan pada diri kita sendiri berdasarkan pikiran dan kemauan kita. Ketika Anda sedang berada dalam program menurunkan berat badan, maka bayangkan bagaimana rasanya ketika berat badan target Anda sudah tercapai dan rasakan luapan kegembiraan atas keberhasilan yang tak terbatas dalam pikiran Anda ini.
Nah, setelah semua penghalang di atas dapat Anda singkirkan, maka Anda akan mendapatkan hidup yang lebih sehat, sekaligus memiliki tubuh ideal dan bugar dalam jangka panjang SUMBER

Kisah Wanita yang Memiliki Jenggot

|0 komentar

Waxing merupakan salah satu kegiatan yang banyak dipilih wanita untuk menghilangkan rambut-rambut yang tidak diinginkan di tubuh. Tapi Mariam, seorang wanita kelahiran Jerman justru melakukan hal yang sebaliknya.
Mariam tells ITV that she's learned to love the way she looks, facial hair and all. (Photo: ITV/This Morning)

Berbeda dengan wanita pada umumnya, Mariam memiliki rambut halus di bagian dagu atau biasa disebut jenggot. Tumbuhnya rambut halus itu ia alami setelah melahirkan anak laki-laki. Saat itu umurnya 21 tahun. Semakin lama, rambut yang tubuh semakin tebal, dan akhirnya menutupi seluruh dagunya. 

Hal tersebut membuat Mariam harus mencabuti bulunya selama berjam-jam setiap hari ketika ingin keluar rumah. Namun masalahnya tak selesai sampai di situ. Setelah bulunya dicabuti, bulu dagu Mariam menjadi merah dan meradang. 

"Daguku menjadi sangat merah dan meradang karena bulunya dicabuti. Kelihatannya seperti aku habis terjatuh dan mendarat dengan daguku. Banyak orang yang bertanya, tapi saat aku utarakan alasannya, mereka tak percaya," ujar Mariam.

Berbagai cara sudah dilakukan Mariam untuk menghilangkan jenggotnya, tapi tak pernah berhasil. Ia enggan mencukur atau mengguntingnya, karena khawatir rambut yang tubuh semakin tebal dan banyak.

Ia pun berkonsultasi kepada seorang dokter. Saat itu Mariam baru tahu, bahwa ia tidak sendirian. Tak sedikit wanita yang mengalami masalah yang sama dengannya. Akhirnya, sekitar lima tahun lalu, Mariam berhenti mencabuti jenggotnya dan membiarkannya tumbuh alami.

"Suatu hari aku sadar, rambut itu memang seharusnya ada di sana (dagu). Tepatnya 6 Agustus 2008, aku berhenti mencabutinya. Ini layaknya eksperimen. Apa yang akan terjadi jika aku menjadi diriku yang sebenarnya," Ujar mariam.

Awalnya Mariam merasa khawatir. Ia takut akan dijauhi dan tak ada lagi yang mau berbicara dengannya. Tapi kini keberanian sudah ia dapatkan. Wanita 3i Tahun itu kini bekerja di sirkus. Ini memberikannya kesempatan untuk mengedukasi masyarakat mengenai dirinya.

"Sekarang aku bahagia memiliki kesempatan hidup dengan jenggot," tulis Mariam di blognya.

Di dunia ini, wanita seperti Mriam tidak sedikit. Di inggris saja tercatat ada 41 juta wanita yang memiliki masalah yang sama. Penyebab rambut tumbuh di tempat yang tidak lazim itu adalah hormon testosteron yang berlebihan dalam tubuh wanita. Masalah kesehatan tumor ovarium dan obat-obatan pembesar otot (steroid) juga bisa menjadi penyebabnya.

Di indonesia, ada juga seleb yang mengalami masalah ini. Salah satunya penyanyi dangdut Iis Dahlia yang memiliki kumis halus di atas bibirnya. SUMBER

Remaja Ini Hanya Makan Mi Instan Saja Selama 13 Tahun

|0 komentar

Seorang remaja Inggris kecanduan mi instan selama 13 tahun terakhir, demikian dilaporkan sebuah artikel New York Daily News.

Remaja yang bernama Georgi Readman (18) itu berasal dari Isle of Wight, Inggris. Dia menolak memakan sayuran dan buah dan hanya mau makan mi instan — yang mengandung lemak tinggi, lemak jenuh, dan natrium. Sebungkus mi instan biasanya mengandung 400 kalori dan 20 gram lemak.

Readman, yang bertinggi badan 160 cm dan berat 44 kg, mengatakan kepada Daily News bahwa dia mulai kecanduan mi instan sejak berumur 5 tahun. Hingga kini, ibunya masih membelikannya sekardus mi instan. Readman memperkirakan, dia telah memakan mi sepanjang 48 kilometer. Dia bilang, dia tidak suka makan makanan lain.

“Saya benci tekstur buah dan sayur,” katanya. “Saya tidak bisa makan di rumah teman, atau makan di restoran, karena saya akan kesal bila makanan saya terkena salad. Ibu saya selalu membelikan mi instan sebanyak mungkin. Saya bisa makan dua bungkus sekaligus. Saya bahkan pernah makan mi instan yang masih mentah dan tidak dimasak!”

Sejak umur setahun, anak-anak biasanya akan mulai pilih-pilih makanan karena karena proses alamiah dalam tubuh. Alat perasa di lidah mereka juga berubah, sehingga mereka jadi selektif dalam memilih makanan. Apalagi, ketika masih kecil, anak-anak biasanya sedang masa aktif sehingga susah diminta duduk untuk makan yang lengkap.


Banyak orangtua akhirnya “menyerah” dan mengikuti kemauan anak. Tak heran, menurut satu hasil riset di “American Journal of Clinical Nutrition”, 78 persen kebiasaan pilih-pilih makanan disebabkan faktor genetika. Hanya 22 persen yang disebabkan faktor lingkungan.

Kami tidak bisa menghubungi Readman untuk mendapatkan komentarnya. Tetapi menurut dokternya, Readman kini kurang gizi dan memiliki kesehatan seperti orang berumur 80 tahun.

“Penilaian itu terdengar akurat,” kata Lisa Kaufman, seorang dokter anak yang tidak merawat Readman. “Makan mi instan melulu akan merusak organ tubuhnya. Tubuh manusia — terutama yang sedang berkembang — perlu protein, mineral, dan gizi. Tanpa itu semua, gadis ini mungkin mengalami masalah pertumbuhan, masalah kecerdasan, osteoporosis, kerusakan jantung dan ginjal, serta tekanan darah tinggi. Umurnya bisa saja tidak panjang.”

Kaufman menambahkan, “Anak kecil tentu saja maunya makan es krim setiap hari bila dibolehkan tetapi adalah tanggung jawab orangtua untuk mengenalkannya kepada beragam makanan lain.”

“Agar bisa berhenti kecanduan mi instan, Readman mungkin harus dirawat di rumah sakit dan diberi pengetahuan soal gizi,” kata Kaufman. SUMBER

Dua Kata yang Wanita Tidak Ingin Dengar dari Mulut Pria

|0 komentar

Sekilas, dua kata ini memang tidak bermasalah. Dua kata ini bermaksud mengingatkan Anda untuk mengambil napas panjang, relaks, dan berpikir sebelum masalah membesar. Tetapi masalahnya, ketika seorang wanita mendengar dua kata ini terucap dari mulut pria, dampaknya justru beda.

“Pria terbiasa mengambil kendali di suasana tegang sehingga jika wanita marah, mereka mengatakan ‘tenang dulu’ untuk menenangkan — tanpa sadar mereka justru memperburuk situasi,” kata Paul Hokemeyer, konsultan pernikahan di New York. Berikut ini alasan pria tidak boleh mengucapkan “tenang dulu”.

Tidak peduli
Katakanlah, Anda marah karena dia mengundang seorang teman (yang Anda tidak sukai) untuk makan malam, padahal Anda pikir itu adalah makan malam spesial. Atau, Anda berdua sedang berdebat mengenai masalah abadi di hubungan asmara kalian. Menurut Hokemeyer, banya wanita mengartikan kalimat “tenang dulu” sebagai pernyataan bahwa perasaan mereka tidak valid.

Tidak menolong
Ya, Anda marah. Sudah jelas. Jadi dua kata yang menegaskan bahwa Anda marah tidak akan menyelesaikan masalah. Hokemeyer mengatakan “tenang dulu” adalah frase yang tidak menuntaskan persoalan sebab tidak ada orang yang mau disuruh-suruh mengatur perasaannya. Dan apa jadinya bila sedari awal Anda tidak marah? Hmm, dia justru membikin keruh suasana.

Curang 
Beberapa pria memang sungguh-sungguh ingin menenangkan Anda, tetapi ada juga yang sengaja menggunakan kalimat “tenang dulu” sebagai taktik manipulatif, bentuk psikologi terbalik ketika mereka merasa kehilangan kendali, kata Hokemeyer, yang menambahkan bahwa ini teknik klasik.

Ketika seorang pria merasa marah dan hilang kendali, dia akan menuduh sang wanita yang marah dan hilang kendali. Ketika si wanita (seperti yang bisa ditebak) merespon dengan naik darah, si pria jadi merasa boleh marah juga.

Jadi, bila pacar atau suami Anda mengatakan “tenang dulu” di saat kalian tengah bertengkar, harus bagaimana? Hokemeyer punya saran mengejutkan: Cukup setujui apa katanya. “Tanggapi dia dengan tenang dan katakan “Ya, aku marah tapi apa yang aku rasakan itu benar.” Lalu sarankan padanya untuk mengakhiri pertengkaran. SUMBER

Jumat, 12 April 2013

Adi: Eyang Subur Mengaku Lebih Tua dari Nabi Adam

|0 komentar


Adi: Eyang Subur Mengaku Lebih Tua dari Nabi Adam - Jakarta - Artis Adi Bin Slamet yang mengaku menjadi korban dari aliran sesat Eyang Subur menyatroni Komisi III DPR RI. Kedatangan Adi ke Komisi Hukum DPR itu untuk melaporkan kejahatan yang dilakukan Eyang Subur.

Menurut Adi, Subur pernah mengaku lebih tua dari nabi Adam. "Subur ngaku lebih tua dari Nabi Adam," kata Adi dihadapan Komisi III DPR RI, Kamis (11/4).

Dirinya dengan tegas mengatakan jika aliran Subur itu sesat. Adi mengatakan, Subur selalu mengatasnamakan gaib untuk memperdaya para pengikutnya. "Orang yang namanya subur ini harus diperhatikan, ini bahaya pak, saya korbannya," kata Adi.

Tidak hanya sampai disitu. Subur, lanjut Adi, pernah mengatakan jika dirinya sanggup membayar hutang negara, bahkan semua para normal, lanjut Adi, akan takluk kepada Eyang Subur.

"Lumpur lapindo kata Subu, hanya dia yang bisa stop," ucap Adi mencontohkan ucapan Eyang Subur. (ipk) SUMBER

Pemegang Kunci Makam Yesus Di Golgota Adalah Kaum Muslim Keturunan Salahudin Al-Ayubi

|0 komentar


Pemegang Kunci Makam Yesus Di Golgota Adalah Kaum Muslim - Suasana bukit Golgota atau yang biasa juga dikenal dengan bukit Calvary, tempat Yesus disalibkan oleh kaum Yahudi kemudian jenasahnya dimandikan dan dimakamkan tidak jauh dari situ, selalu ramai dan padat luar biasa, sehingga bernapas pun terasa sesak. 

Kunjungan saya yang bertepatan dengan perayaan Jumat Agung, makin menambah suasana pengap, namun demikian kekhidmatan lokasi itu sungguh terjaga sangat baik. 

Ada beberapa laki laki tinggi besar, berewokan dengan wajah sangar dan tegas, mengatur para turis yang sedang ziarah, dan tanpa sungkan menegur dan memarahi para turis nakal yang suka keluar dari barisan antrian dan hobby menyelonong mendahului yang lain karena ingin berfoto ria. 

Tour guide saya, Joram orang Yahudi kemudian menjelaskan bahwa yang menjaga bukit Golgota, dan memegang kunci makam Yesus adalah kaum Muslim turunan langsung Salahudin, seorang muslim yang sangat dihargai dan dihormati di daratan Eropa karena berhasil menaklukan Jerusalem beberapa kali, meskipun akhirnya mundur setelah mengadakan kesepakatan dengan Raja Richard I dari Inggris. 

Saya lebih suka mengatakan mundur daripada kalah, karena kesepakatan dari dua orang arif nan bijaksana selalu menghasilkan kebaikan bagi orang lain, dan banyak generasi sesudahnya. Kalahkah itu kalau kemudian turunan Salahudin menjaga dan mengatur makam Yesus sedemikian baiknya, dan sampai sekarang menjadi pusat kunjungan kaum nasrani diseluruh dunia ?. 

Berjiwa besar. barangkali itulah kata kata yang tepat saya tujukan dengan penuh hormat kepada Sang pahlawan Salahudin dan keturunannya, yang memegang teguh janji dan kesepakatan dengan raja Richard I, berabad abad sesudah perang salib selesai. 

Bagi Richard I dan Salahudin, kemenangan adalah tujuan damai yang mendatangkan kebaikan bagi siapa saja tanpa memandang agama, yang kenyataannya banyak sekali ditunggangi manusia dengan segala maksud dan kepentingannya, termasuk tujuan politik. 

Turis Jepang dibelakang saya tak habis heran dan terus bertanya, sampai kemudian saya jelaskan, ” Bukankah memang Tuhan itu sungguh tak terselami pikiranNya?. Bisa dibayangkan kalau makam Yesus yang menjaga adalah orang kristen, yang terbagi dalam begitu banyak sekte dan golongan ?. “ 

Bukankah akan sangat kacau jika katakanlah yang menjaga adalah Kristen Ortodoks, bagaimana dengan pembagian jadwal misa atau ibadah golongan Kristen lainnya misalnya katolik atau Protestan ?. Bukankah akan menjadi pertikaian tanpa ujung, sehingga Yesus yang bagi umat Kristen adalah satu nama yang Mutlak, malahan menyebabkan pertikaian dalam memperjuangkan kepentingan golongan yang merasa lebih berhak memegang kunci makam ?. 


Foto diatas adalah Imam kristen Ortodoks yang sedang mekakukan Misa pendek, dan saya berada dalam antrian pertama yang dihentikan oleh turunan Salahudin, untuk berhenti dan menghormati ritual Kaum Ortodoks selama lebih kurang sepuluh menit, dalam perayaan Jumat Agung yang sakral. 

Anda bisa melihat sendiri pengatur makam yang memang sangat mencerminkan keturunan Salahudin, berjubah hitam panjang dan berewok, meskipun dari dekat saya amati, betapa luar biasa halus kulitnya. 

Richard I yang mewakili kaum Nasrani, dan Salahudin sebagai representasi Islam dalam arti yang sesunguhnya, paham betul apa arti peperangan :.… melawan kerakusan dan keserakahan yang selalu dekat dengan hati dan pikiran manusia… Itulah musuh utama yang wajib dikalahkan bagi siapa saja yang mengaku memiliki dan percaya kepada Tuhan. SUMBER

Fenomena Seks Pra Nikah Kalangan Mahasiswa Di Yogyakarta -

|0 komentar


Fenomena Seks Pra Nikah Kalangan Mahasiswa Di Yogyakarta - Isu seks pra nikah di Yogyakarta sebenarnya bukanlah sesuatu yang baru, tetapi sudah berulangkali dimunculkan. Jika pada tahun 1994 lalu, survei difokuskan pada masalah di kalangan mahasiswa, di tahun 1999 diperluas di kalangan pelajar.

Hasilnya sangat mengejutkan untuk sebuah daerah yang menjadi salah satu tujuan favorit belajar dan menimba ilmu.

Apakah yang menyebabkan fenomena seks pra nikah semakin meluas di kalangan remaja, khususnya untuk kalangan remaja di Yogyakarta? Penulis akan mengungkapkan beberapa fakta dan kejadian yang menggambarkan sisi lain dari kehidupan remaja di Yogyakarta. 

Beberapa Survei Sebelumnya 

Pada tahun 1994, sebuah lembaga konseling remaja pernah membuat sebuah survei yang cukup menghebohkan mengenai virginitas di kalangan remaja di Yogyakarta. Hasilnya cukup mengejutkan, serta membuat kalangan orangtua yang menyekolahkan anaknya di Yogyakarta menjadi was-was. Jika digunakan perbandingan, diperoleh sebanyak 8 dari 10 remaja (mahasiswa) di Yogyakarta pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Perdebatan dan hujatan pun muncul di mana-mana, bahkan di tingkat nasional yang menyoroti hasil survei tersebut. Tak urung pula pakar statistik mempersoalkan aspek teknis (metodologi) yang dipergunakan dalam survei tersebut yang dianggap sangat bias. Paparannya pun dianggap terlalu menyudutkan dan men-generalisasikan populasi. 

Sekalipun mendapatkan kecaman, tetapi survei berikutnya tahun 1999 muncul kembali yang secara khusus mengambil subyek pengamatan mahasiswa di Yogyakarta. Berbeda dengans survei sebelumnya yang tidak mengelompokkan sampel, tetapi pada survei kali ini secara khusus dipilih subyeknya adalah kalangan mahasiswa di Yogyakarta. Hasilnya tidak banyak berbeda. Disebutkan apabila terdapat sebanyak 7 dari 10 mahasiswa yang pernah melakukan hubungan seks pra nikah. Sekali lagi, survei tersebut mendapatkan kecaman dari berbagai kalangan, bahkan di tingkat nasional. 

Penulis bisa memahami reaksi penolakan dari kalangan masyarakat. Pertama, si pembuat survei kurang berhati-hati dalam menentukan (memilih) sampel dan obyek yang diamati. Kedua, teknik penyamplingannya terlalu sederhana, termasuk metode wawancara yang digunakan. Ketiga, tidak disertai penjelasan yang mengukur tingkat reprsentasi sampel terhadap populasi. Kasus seks pra nikah masih merupakan kasus yang cukup sensitif di kalangan masyarakat Yogyakarta dan pada umumnya di Indonesia. Seharusnya si pembuat survei bisa memberikan batasan yang lebih ketat dalam mendefinisikan sampel, terutama pada teknik penyamplingan. 

Belum usai pula soal metodologi survei, pada tahun 2002 lalu, masyarakat Yogyakarta dikejutkan oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Studi Cinta dan Kemanusiaan (LSCK) dengan tema virginitas di kalangan mahasiswa Yogyakarta. Survei dilakukan atas sebanyak 1.660 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Hasilnya, sebanyak 97,5% dari responden mengaku telah kehilangan virginitasnya akibat seks pra nikah. Penelitian yang dilaukan oleh LSCK kali ini mendapatkan dukungan dari banyak pihak, termasuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Uniknya, hasil survei kali ini tidak mendapatkan reaksi keras seperti sebelumnya. Disamping itu, pro dan kontra tidak banyak terlihat dan tenggelam begitu saja dalam kurun waktu yang singkat. Reaksi masyarakat Yogyakarta sendiri terlihat seolah mengamini hasil survei tersebut. 

Yogyakarta Under Cover 

Seks pra nikah tidak bisa dilepaskan pemahamannya dengan seks bebas atau pergaulan bebas. Fenomena pergaulan bebas di kalangan mahasiswa sesungguhnya telah berlangsung cukup lama, yaitu sekitar awal dekade 1990an. Kota Yogyakarta semakin lama, semakin tumbuh dan berkembang seiring dengan dinamika kehadiran pendatang dari luar daerah. Sarana hiburan mulai bermunculan dan semakin berkembang menjadi gaya hidup tersendiri. Interaksi sosial pun semakin meluas di kalangan mahasiswa membentuk karakter dan gaya hidup. Penulis ingin menunjukkan beberapa sisi lain dari kehidupan mahasiswa/mahasiswi di Yogyakarta. Bukan bermaksud hendak membentuk opini umum, tetapi sisi lain yang dimaksudkan adalah sesuatu yang tidak biasa pada kalangan tertentu. Beberapa di antaranya berdasarkan pengalaman sendiri dan beberapa di antaranya berdasarkan penuturan pihak lain. 

Vibrator Di Kamar Kos Puteri 

Cerita ini diperoleh dari salah satu pemilik kos puteri di lokasi yang tidak jauh dari salah satu kampus swasta. Pemilik kos sebenarnya curiga dengan perilaku beberapa penghuninya yang sering pulang larut malam, bahkan baru pulang keesokan harinya. Pernah ditanyakan, tetapi ibu pemilik kos curiga si penghuni mungkin berbohong. Beberapa kali didapati pulang kos di antar oleh pria. Ketika liburan panjang, seluruh penghuni kos pulang kampung. Ketika itu pula ibu pemilik kos berkesempatan untuk menggeledah isi kamar dari penghuni. Alasannya, si ibu kos tidak ingin kosnya mendapat pandangan buruk dari pihak lain. Cukup mengejutkan, dari 10 kamar yang digeledah, terdapat 6 kamar di antaranya yang menyimpan mainan seks yang disebut vibrator. Awalnya si ibu kos tidak mengetahui kegunaan alat tersebut, sampai kemudian ditanyakan oleh keponakannya. Seluruh kamar ditemukan terdapat VCD porno dan VCD filem semi. Apa tindakan si ibu kos? Pihak ibu kos tidak akan memperpanjang masa sewa kamar kos bagi seluruh penghuninya yang kebetulan jatuh tempo setiap 1 tahun. Tidak sulit untuk mendapatkan mainan seks seperti vibrator di Yogyakarta. Siapun bisa memesannya lewat internet atau bisa memesankan lewat orang lain (jasa kurir). Cerita ini dituturkan pada tahun 2003. 

Malam Panjang Dunia Gemerlap (Dugem) 

Umumnya, masyarakat Yogyakarta tidak begitu asing dengan tempat yang mendapat sebutan ‘Goedang Café’ dan ‘Hugos’. Dua tempat diskotik ini adalah yang paling banyak dikunjungi oleh kalangan mahasiswa maupun mahasiswi. Alasannya, tempatnya cukup luas, minuman (beralkohol) lebih bervariasi, bartender yang berpengalaman, dan tersedia layanan pengantaran. Lokasi Hugos sendiri berdampingan dengan hotel berbintang 4, sementara Goedang Café terletak di batas kota. Dua tempat ini bersaing untuk mendapatkan pelanggan dengan menggelar even-even khusus, seperti Ladies Night. Kemunculan dugem itu sendiri sebenarnya sudah lama ada, sebelum hadirnya Hugos maupun Goedang pada sekitar tahun 2000. 

Selain diharuskan membayar tiket masuk, pengunjung diharuskan membawa identitas seperti KTP/SIM/KTM. Pada malam acara tertentu diharuskan untuk menunjukkan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Menurut penuturan dari pihak resepsionis, sebagian besar pengunjungnya berasal dari PTS, baik pria maupun wanita. Sekalipun diskotik sudah dibuka sejak pukul 17.00 (Hugos) dan 20.00 (Goedang), tetapi umumnya para pengunjung dari kalangan mahasiswa baru tiba pada saat acara puncak pada pukul 23.00. Kedua tempat tadi baru tutup sekitar pukul 02.00. Ada pameo di kalangan mereka, apabila siapapun wanita di acara tersebut boleh ditiduri oleh siapa saja. Cukup dengan mentraktir minuman sudah menjadi transaksi seks yang sangat sederhana. Supaya diketahui, harga minuman paling murah di sana bisa mencapai Rp 150.000 per gelas.Tanggung jika mentraktir satu gelas untuk dua orang. Biasanya mereka memesan botol minuman yang harganya paling murah bisa mencapai Rp 400.000 (tahun 2002). Jika pandai bergaul dan berkomunikasi, Anda dapat dengan mudah mendapatkan obat perangsang di tempat ini. 

Agen Penjualan Obat Kuat dan Alat Seks 

Sebenarnya tidak terlalu sulit mendapati lokasi yang menjual obat-obat kuat atau ramuan seks di Yogyakarta. Terlihat sulit karena tempat-tempat tersebut tidak secara terbuka menjajakan produknya. Ada di antaranya penulis pernah mengetahui obat-obat kuat, termasuk dalam bentuk ramuan atau obat-obatan khusus, obat perangsang, hingga alat mainan seks. Toko-toko ramuan China di Malioboro pun menjualnya, kecuali untuk mainan seks (sex toy). Beberapa toko menjajakan secara terbuka yang biasanya ditempatkan di barisan paling akhir. Tetapi beberapa toko lainnya tidak menjajakan secara terbuka. Si pembeli harus berani untuk menanyakan sendiri. Untuk obat-obat kuat, mereka tidak terlalu mencurigai pembelinya. Tetapi untuk obat-obat perangsang ini memang agak sulit. Anda harus terbiasa membeli di tempat tersebut, baru si penjual mau menawarkan barangnya. Cukup mengejutkan dari cerita si penjual. Obat kuat maupun obat perangsang termasuk cukup laris. Pada akhir bulan seringkali sampai kehabisan stok. Para pembelinya ada yang membeli secara borongan, tetapi ada pula yang membeli eceran. Mereka yang membeli secara eceran berusia di atas 20 tahun atau dianggap mahasiswa. Kebetulan kebanyakan pembelinya adalah pria, tetapi ada beberapa pula dari wanita. Remaja puteri biasanya paling sering membeli obat anti hamil dan minyak pelumas khusus. Uniknya, kondom justru kurang diminati oleh pembeli dari kalangan remaja. 

Kos Bebas Semakin Menjamur 

Kos bebas yang dimaksudkan di sini adalah kos yang tidak diawasi atau ditunggui oleh pemiliknya. Mereka umumnya mempekerjakan orang untuk mengurusi kos, termasuk menjaga keamanan pintu gerbang. Tetapi tidak sedikit di antaranya yang menyerahkan urusannya tersebut kepada penghuni kos. Kos bebas tersebut bukan termasuk kos campur, tetapi kos khusus putera dan kos khusus puteri. Kos bebas tersbut paling banyak ditemukan berupa kos putera, tetapi jumlah kos bebas untuk puteria pun bisa dikatakan tidak sedikit dan semakin bertambah. Hampir di seluruh kawasan pemukiman mahasiswa terdapat kos semacam ini. 

Adalagi sebutan kos setengah bebas. Kos semacam ini masih ditunggui oleh pemiliknya, tetapi si pemilik seringkali tidak ambil peduli dengan urusan ataupun aktivitas dari penghuninya, sejauh tidak mengganggu ketertiban. Adapula si pemilik baru terlihat ketika sudah sore atau malam hari menjelang jam tamu berakhir. Interaksi antara si pemilik dan penghuni relatif minim, apalagi jika hunian tersebut ditempati lebih dari 20 orang. Tamu boleh saja masuk kamar, termasuk tamu lawan jenis, tanpa banyak dicurigai atau ditanyai oleh pihak pemilik. Untuk kos puteri misalnya, jika menerima tamu pria seringkali dibolehkan untuk menutup pintu kamar. Kos setengah bebas tersebar di seluruh kawasan pemukiman mahasiswa, tetapi jumlah masih lebih sedikit dibandingkan kos bebas. 

Informasi Aborsi 

Sebenarnya tidak terlalu sulit untuk mencari informasi aborsi di Yogyakarta. Hanya saja, informasi tersebut sangat tertutup, tetapi bukan berarti tidak banyak yang mengetahui. Penulis mengaku cukup kesulitan untuk mengklarifikasi kebenaran fakta tersebut. Dikatakan informasinya bersifat tertutup, karena tidak semua orang akan memiliki akses atas informasi tersebut. Mereka yang mengetahui itu pun tidak akan mudah memberikan jawaban atau petunjuk mengenai lokasi praktik aborsi. Menurut perkiraan penulis, dari 10 orang terdapat setidanya terdapat 2 di antaranya yang mengetahui. Aborsi dianggap sebagai urusan wanita, sehingga mayoritas yang menguasai informasi tersebut adalah wanita. Mereka hanya akan memberikan petunjuk lokasi hanya kepada temannya yang dianggap membutuhkan. Jika tidak, mereka akan berpura-pura tidak tahu. Penulis memperkirakan, praktik aborsi tersebut dilakukan di sebuah klinik yang ditangani sendiri oleh tenaga medis yang lokasinya berada di kawasan pinggiran di Yogyakarta. 

Tarif ‘Ayam Kampus’ 

Ayam kampus adalah julukan yang diberikan kepada kalangan mahasiswi yang menjual jasa seks kepada pihak lain. Tidak bisa dipungkiri suatu fakta apabila setiap kampus di Yogyakarta memiliki ayam kampus. Fenomena ayam kampus di Yogyakarta sesungguhnya sudah cukup lama. Kebanyakan di antaranya beroperasi secara terorganisir, yaitu melalui perantara. Tetapi akhir-akhir ini sudah mulai berkembang beroperasi secara individu (tanpa perantara). Mereka adalah kalangan yang sangat tertutup. Penampilan dalam keseharian akan menipu siapapun yang bertemu dengan mereka. Jika melalui perantara biasanya lebih sulit, karena kerjasama mereka cukup kompak. Mereka menggunakan bahasa sandi dalam bentuk telpon maupun SMS. Kebanyakan dari mereka memiliki motif yang berlatarbelakang ekonomi. Tetapi akhir-akhir ini motif mereka tidak sekedar faktor ekonomi, melainkan faktor terpenuhinya gaya hidup. Tarif mereka cukup beragam, rata-rata mulai dari Rp 800.000 per malam hingga di atas Rp 1.500.000 per malam, tergantung pelayanan, waktu, dan lokasi. Mereka pun bersedia dipanggil untuk menerima layanan short-time dengan tarif sekitar Rp 200.000 - Rp 400.000. Mereka yang beroperasi individu biasanya lebih murah dan relatif bisa dinegosiasikan. 

Kawin Kontrak di Kalangan Mahasiswi 

Dari pantauan penulis, keberadaan istri simpanan atau kawin kontrak di kalangan mahasiswi di Yogyakarta sudah ada sebelum tahun 2000. Penulis sendiri pertama kali mendengar kabar tersebut pada tahun 1994, tetapi penulis baru bertemu dengan salah satu pelakunya pada tahun 1999. Pelakunya kebanyakan berasal dari kalangan PTS, tetapi kabarnya pula ada yang berasal dari kalangan PTN. Mereka dijadikan istri simpanan dari kalangan pengusaha luar daerah atau daerah yang tidak berjauhan dari Yogyakarta. Para pengusaha tadi memberikan tempat berupa rumah yang lokasinya berjauhan dari pemukiman mahasiswa untuk ditempati oleh si mahasiswi. Fenomena kawin kontrak di kalangan mahasiswi di Yogyakarta belum banyak mendapatkan sorotan dan perhatian untuk dilakukan pengkajian ataupun reportase khusus, sehingga perkiraan populasinya masih sangat sulit untuk ditentukan. 

Jogja Sex Party 

Penulis tidak bisa menjamin kebenaran cerita tentang pesta seks di kalangan mahasiswa dan remaja di Yogyakarta. Ada 2 narasumber, tetapi karena begitu rapatnya informasi menyebabkan penulis kesulitan untuk bisa menelusuri kebenarannya. Salah satu narasumber bercerita pada tahun 1995, kemudian narasumber satunya bercerita di tahun 2004. Supaya tidak rancu, ada dua jenis pesta seks, yaitu pesta seks komunitas dan pesta seks non komunitas. Kesamaannya hanya terletak pada cara mereka yang memilih pihak lain yang cukup selektif dan memiliki kesamaan kesukaan. Keduanya pula sama-sama tertutup rapat. Pesta seks komunitas diikuti oleh pecinta seks, pria, wanita, gay, dan lesbian. Sementara untuk pesta seks non komunitas hanya pria dan wanita. Untuk yang komunitas memiliki tanda keanggotaan berupa tato dan gelang dengan ciri khusus. Mereka tidak hanya dari Yogyakarta, melainkan datang pula dari luar kota. Koordinator untuk yang komunitas biasanya berasal dari Jakarta atau Bandung. Dalam bentuk komunitas maupun non komunitas, keduanya sangat selektif memilih orang dan keanggotaannya sangat tertutup. 

Menelusuri Penyebab Munculnya Fenomena Seks Pra Nikah 

Penulis agaknya kurang yakin apabila kemunculan fenomena seks pra nikah di kalangan remaja dilatarbelakangi oleh minimnya pengetahuan tentang seks. Jika saja mau jujur mengakui, fenomena tersebut muncul justru dikarenakan oleh masyarakat sendiri. Pada prinsipnya, hubungan seks pra nikah di kalangan mahasiswa terjadi tidak lain karena begitu banyak terdapat kesempatan. Penulis mengumpulkan beberapa catatan hasil studi mengenai kenakalan remaja dan fenomena seks pra nikah di Yogyakarta dari berbagai sumber. Berikut adalah ulasan mengenai penyebab munculnya fenomena seks pra nikah. 

Lokasi Favorit Melakukan Hubungan Seks 

Hasil studi yang dilakukan LSM Sahara (Bandung) pada tahun 2002 pernah menyebutkan apabila faktor penyebab dimungkinnnya terjadinya hubungan seks pra nikah adalah faktor lokasi. Hubungan intim membutuhkan lokasi yang bagi mereka memenuhi kriteria aman, mudah diakses, dan ongkos yang relatif terjangkau. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh LSCK di Yogyakarta tahun 2002 menyebutkan beberapa tempat favorit untuk melakukan hubungan seks adalah: 

1. Kos dan pondokan Lain (termasuk kontrakan) 

2. Penginapan, seperti losmen atau hotel 

Sejak lama, kamar kos di Yogyakarta masih menjadi lokasi favorit yang dipilih untuk melakukan hubungan seks di kalangan mahasiswa. Sebagian besar pula dilakukan di kamar kos putera, karena pada umumnya kos putera lebih bebas ketimbang kos puteri. Untuk kos puteri biasanya hanya terdapat pada kos yang relatif bebas di mana tamu pria diperbolehkan masuk kamar. 

Selain kos, lokasi lain yang seringpula dimanfaatkan untuk hubungan seks seperti kontrakan ataupun semacam asrama. Beberapa mahasiswa biasanya memilih untuk mengontrak rumah, ketimbang mengambil kos. Sekedar catatan, bahwa tidak semua asrama mahasiswa di Yogyakarta memiliki status yang jelas, yaitu status resmi dari pemerintah di daerah asal. Tidak sedikit di antaranya yang cukup bermasalah, seperti minim pengawasan lingkungan di sekitarnya. 

Adapun untuk dipilihnya lokasi di penginapan biasanya karena alasan tidak memungkinkan dilakukan di kamar kos masing-masing. Ada pula alasan untuk memilih lokasi di penginapan sebagai variasi lokasi semata. Lokasi penginapan yang termasuk paling banyak dimanfaatkan oleh kalangan mahasiswa terletak di wilayah luar kota yang tidak terlalu jauh dari lokasi mereka tinggal atau menempuh perjalanan sekitar kurang dari 40 menit. Salah satunya adalah lokasi penginapan di Kaliurang yang terletak di dataran tinggi. Tarif sewa kamarnya pun relatif cukup terjangkau untuk kalangan mahasiswa. 

Dengan Siapa Mereka Melakukan Hubungan Seks 

Ini adalah salah satu dari pertanyaan ini diajukan dalam survei dan penelitian yang dilakukan oleh LSCK kepada respondennya dari kalangan mahasiswi. Sebagian besar respondennya mengaku lebih sering berhubungan intim dengan pacarnya. Begitu pula mereka yang mengaku dengan siapa pertama kali berhubungan intim. Kurang dari 5% di antaranya mengaku berhubungan intim tidak hanya dengan pacarnya atau berhubungan intim dengan siapa saja yang dikenal dan diinginkannya. 

Fenomena kemunculan gay dan lesbian di kalangan mahasiswa/mahasiswi di Yogyakarta pun sebenarnya sudah lama ada, bahkan sebelum tahun 2000. Dari pantauan penulis pada pertengahan tahun 2008 lalu, mereka cenderung masih sangat tertutup, sekalipun telah mulai terbentuk komunitas-komunitas kecil. Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Fakultas Psikologi UGM pada tahun 2004-2005 pernah menyebutkan apabila mereka adalah para pendatang yang berasal dari luar daerah. Sayangnya hasil penelitian yang sempat diseminarkan pada bulan Desember 2005 tersebut tidak menyebutkan jumlah sampel ataupun perkiraan populasinya. Tetapi hampir bisa dipastikan kelompok gay dan lesbian bisa ditemukan di hampir seluruh perguruan tinggi di Yogyakarta. Sikap mereka yang sangat tertutup tidak lain didorong oleh sikap kebanyakan masyarakat di sekitarnya yang menganggapnya sebagai perilaku menyimpang. 

Faktor Teknologi 

Kebanyakan mahasiswa yang berasal dari luar daerah akan diberikan fasilitas hiburan, seperti televisi, pemutar VCD/DVD, atau komputer. Melalui perangkat inilah mereka mengenal film porno atau film semi. Rental VCD/DVD pun bermunculan di tengah-tengah kawasan pemukiman mahasiswa. Tidak sedikit di antaranya yang menyediakan film porno/semi, sekalipun tidak dipajang secara terbuka. Di kalangan mahasiswa sendiri, peminatnya tidak hanya berasal dari kalangan pria, tetapi datang pula dari kalangan wanita. Pengelola rental nampaknya cukup paham dengan kebutuhan mereka, sehingga selalu mendatangkan film-film baru setiap bulannya. Menurut pengakuan dari salah satu pengelola rentah (percakapan pada tahun 2000), tingkat permintaan sewa keping VCD/DVD porno/semi sangat tinggi untuk setiap kepingnya. Mereka seringkali harus menggandakan hingga sebanyak 3 keping untuk setiap judul film. Beberapa mahasiswa sering pula menduplikasikan ke komputernya sendiri, agar bisa ditonton lain waktu bersama orang lain. 

Fenomena lain yang sempat muncul di sekitar tahun 2000 adalah warnet. Kehadiran teknologi informasi turut membuka peluang memicu terjadinya hubungan seks pra nikah di Yogyakarta. Sempat bermunculan warnet dengan lokasi yang sangat tertutup, sehingga cukup sering dimanfaatkan oleh kalangan mahasiswa untuk tempat berhubungan intim. Beberapa warnet di Yogyakarta diketahui pula secara sengaja menyimpan koleksi klip maupun film porno yang bisa diakses oleh para pengunjungnya. Berdasarkan pengakuan dari pengelola warnet, mereka dari kalangan mahasiswa ini yang mengakses film/klip porno ternyata pula berasal dari kalangan wanita (mahasiswi). Hal ini bisa diketahui dengan mudah, karena lokasi film/klip tersebut bukan disimpan di hard disk, melainkan di server warnet, sehingga bisa dipantau siapa saja (nomor meja) yang mengaksesnya. 

Minimnya Kepedulian Pemda Setempat 

Kemunculan hubungan seks pra nikah di kalangan mahasiswa di Yogyakarta tidak terlepas pula dari peran pemda setempat (pemkab/pemkot). Kemunculan yang sudah sejak lama terjadi nampaknya tidak menjadi perhatian serius bagi pemkab maupun pemkot di Propinsi Yogyakarta. Mereka seolah terkesan menutup mata atas fenomena tersebut, selama tidak mengganggu sumber penerimaan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Beberapa kali pernah dilakukan operasi sweeping kamar kos, tetapi kegiatan tersebut bukan merupakan kegiatan rutin. Baru diketahui apabila sweeping tersebut hanyalah untuk menyapu aspek perijinan pondokan (kos/kontrakan/asrama). Berulangkali laporan dari warga masuk ke Dinas Trantib Pemkab maupun Pemkot, tetapi sangat jarang untuk ditindaklanjuti. Sampai penulis pernah mendengar suatu pameo, apabila pembiaran tersebut dimaksudkan untuk tetap menjaga Yogyakarta menjadi tujuan kedatangan calon mahasiswa/mahasiswi. Paska diberlakukannnya otonomi daerah, Yogyakarta harus bersaing dengan daerah lain di sekitarnya, seperti Solo, Semarang, atau Purwokerto yang mulai berkembang. Di kota-kota tadi pun kabarnya pemda setempat mengorbakan aspek moral demi menggenjot penerimaan PAD. Salah satu alasan para pendatang untuk memilih Yogyakarta, karena harus diakui berdasarkan pertimbangan kebebasan. 

Minimnya Kepedulian Warga Setempat 

Tidak semua lokasi atau kawasan pemukiman mahasiswa yang minim dengan pengawasan warga setempat, tetapi masih terdapat cukup banyak kawasan pemukiman yang relatif minim perhatian ataupun pengawasannya dari warga setempat. Waktu di siang hari merupakan waktu yang paling memungkinkan untuk dilakukannya hubungan seks di kamar kos. Selain berada di luar jam ketertiban lingkungan, waktu tersebut cukup leluasa di lokasi kos yang bebas ataupun setengah bebas. Warga setempat pun kurang peduli dengan kos-kos yang tidak ditunggu sendiri oleh pemiliknya. Berdasarkan pantauan penulis, cukup banyak lokasi pemukiman mahasiswa yang tidak memiliki portal yang membatasi jam keluar maupun masuk. Jika pun ada pengawasan dari aktivitas siskamling, mahasiswa biasanya membawa tamu wanita setelah bubarnya siskamling (sekitar pukul 02.30-03.00). 

Jika ditanya soal peraturan, sesungguhnya peraturan sudah lama ada, tetapi jarang diterapkan dengan konsisten. Misalnya saja, sebelum tahun 2000 masih banyak dijumpai papan yang bertuliskan jam belajar. Tetapi akhir-akhir ini tulisan tersebut semakin jarang ditemui. Ketentuan jam tamu itu pun sebenarnya telah diatur di masing-masing kampung dan dilindungi oleh perda setempat. Tetapi masih banyak wilayah pemukiman yang terlihat kurang peduli dengan tata tertib tersebut. Tidak mengherankan apabila penelitian yang dilakukan oleh LSCK di tahun 2002 menyebutkan lokasi paling sering dipilih untuk melakukan hubungan seks adalah kamar kos. 

Faktor Lingkungan dan Pergaulan 

Tidak bisa dipungkiri lagi apabila faktor lingkungan dan pergaulan turut memicu dan memberikan dampak terhadap terbentuknya perilaku seks pra nikah. Remaja putera/puteri yang terbiasa melihat teman kosnya membawa lawan jenis menginap ke kamar akan memberikan kemungkinan untuk terpengaruh. Misalnya lagi, kawan dari mahasiswi berbagi cerita (curhat) kepada seorang mahasiswi tentang hubungan intim yang dilakukan oleh pacarnya. Mereka yang menjadi tempat bercerita itu pun tidak tertutup kemungkinan akan turut terpengaruh. Seringkali pemicunya justru berasal dari sesuatu kejadian yang sangat sederhana. Komunitas wanita berkumpul, lalu bergosip tentang hubungan seks di antara temannya itu pun turut akan memicu keinginan untuk mencaritahu dan mencoba hubungan seks pra nikah. 

Faktor Semakin Banyaknya Waktu Luang 

Masalah ini sebenarnya masih menjadi perdebatan, karena hasil pengamatan tidak bisa begitu saja menjadi suatu kesimpulan umum. Di Jepang saja yang memiliki kultur disiplin yang cukup tinggi pun memiliki remaja yang melakukan hubungan seks pra nikah sangat tinggi. Tetapi di sini perlu dibatasi untuk ruang lingkupnya hanya pada lingkungan mahasiswa/mahasiswi di Yogyakarta. Faktanya memang demikian, kebanyakan mahasiswa terlihat jauh lebih santai ketimbang siswa-siswa sekolah pada umumnya. Hasil studi yang dilakukan oleh Fakultas Psikologi UGM pada tahun 2005 itu pula menyebutkan frekuensi paling tinggi mereka yang melakukan hubungan seks pra nikah terjadi di kalangan mahasiswa/mahasiswi yang mengambil kuliah dengan kredit kurang dari 18 SKS per minggunya. Waktu akademik dalam sehari rata-rata hanya kurang 6-8 jam. Artinya, rata-rata di antara mereka memiliki sebanyak lebih dari 12 jam waktu luang, termasuk yang akan digunakan untuk waktu istirahat. Waktu luang yang semakin banyak akan turut mendukung semakin terbukanya kesempatan. Sayangnya agak sulit untuk memperkirakan tingkat peluang dari faktor banyaknya waktu luang memicu terjadinya perilaku seks pra nikah, karena tingkat variasi di antara sampel yang sangat tinggi. 

Faktor Ekonomi 

Ada dualisme pandangan tentang faktor ekonomi yang menjadi pendorong/pemicu terjadinya perilaku seks pra nikah. Pertama, alasan ekonomi dalam arti karena kesulitan keuangan atau untuk mencukupi kebutuhan pribadi. Kedua, faktor ekonomi yang dianggap berlebihan, sehingga memberikan lebih banyak kesempatan/peluang yang mendorong terbentuknya perilaku seks pra nikah. Dalam perkembangannya, alasan ekonomi menjadi semakin terbuka untuk diperdebatkan. Biaya kuliah yang semakin mahal menyebabkan hanya mereka yang berasal dari kalangan ekonomi di atas mampu atau di atas kelas menengah yang mampu mengambil kuliah. Artinya, kecenderungannya lebih banyak bergeser pada pengertian kedua. Sekalipun demikian, alasan pertama ini pun masih tetap terbuka. Misalnya saja, sebuah penelitian (skripsi) jurusan psikologi (UGM) tahun 2006 lalu sempat mengambil tema mengenai motif pelacuran di kalangan remaja di Yogyakarta. Dalam penelitian tersebut disebutkan tentang masih terdapatnya motif untuk mendapatkan pendapatan di kalangan mahasiswi maupun pelajar. Sayangnya, penulis belum bisa meminta klarifikasi tentang hasil penelitian dari si penulis skripsi. 

Taraf Religius 

Agak sulit untuk mendefinisikan tingkat religius individu, termasuk agak sulit pula untuk menentukan penilaiannya. Tetapi tidak pula bisa dibantah, apabila faktor kualitas pendidikan agama dari individu akan turut menentukan perilaku individu, termasuk membentengi dirinya dari risiko perilaku seks pra nikah. Dari beberapa penelitian yang bisa dikumpulkan oleh penulis sama sekali tidak meletakkan variabel tingkat religius individu. Alasannya, variabel keimanan atau kadar keagamaan seseorang adalah sesuatu yang abstrak. Jika hendak dibuatkan pengukuran harus dengan didukung oleh konsensus yang kuat, sehingga tidak akan menjadi perdebatan yang panjang. Hal ini dikarenakan pula apabila beberapa temuan di lapangan mendapati perilaku seks pra nikah ternyata berasal dari beragam latar belakang. 

Minimnya Perhatian Dari Orangtua/Keluarga 

Penulis cukup kesulitan untuk menuliskan penjelasan ini, tetapi pada prinsipnya, orangtua terkadang memberikan terlalu banyak pilihan dan kebebasan kepada putera maupun puterinya. Kebanyakan dari para orangtua akan beranggapan apabila putera dan puterinya yang sudah dewasa tidak perlu untuk banyak diatur atau diawasi. Mereka harus diberikan kesempatan untuk mengatur dan mengawasi dirinya sendiri. Rasanya terlalu naif apabila mengamini sebagian anggapan para orangtua tersebut. 

Menurut laporan dari LSCK disebutkan apabila pelaku dari seks pra nikah bisa terjadi di kalangan mahasiswa dengan berbagai latar belakang keluarga dan segala pendidikannya. Begitu pula dengan kasus-kasus kehamilan di luar nikah pada kalangan mahasiswi di Yogyakarta. Mereka yang mengalaminya itu pun, bahkan didapati terdapat dari kalangan mahasiswa atau mahasiswa yang berdomisili (warga) Yogyakarta. Tetapi perlu digarisbawahi apabila faktor hidup jauh dari orangtua menjadi salah satu faktor kunci. Sebelum tahun 2000, ketika masih menjamurnya warung telepon (wartel), tidak sedikit dari kalangan mahasiswa yang rutin seminggu sekali menghubungi orangtuanya. Tetapi setelah era teknologi telekomunikasi yang sudah maju saat ini, frekuensi komunikasi justru ditemukan semakin berkurang. Tinggal jauh dari orangtua membuat mereka membutuhkan sosok yang bisa menjadi tempat untuk berkomunikasi dekat dan berbagi rasa. 

Tentunya akan menjadi semakin rumit apabila si anak berasal dari keluarga yang bermasalah, kemudian mereka tinggal jauh dari orangtua. Tidak sedikit kalangan mahasiswa (pelaku seks pra nikah) yang melakukan konseling dengan LSCK kemudian mengaku berasal dari keluarga yang bermasalah, seperti keluarga yang kurang harmonis, perceraian, atau yatim/piatu sejak usia dini. Jika dicermati, mereka membutuhkan perhatian dan komunikasi. Sayagnya, kehadiran lembaga-lembaga konseling kurang mendapatkan perhatian dari kalangan pendidikan dan terutama dari pihak Pemda Yogyakarta. 

Penutup 

Kekhawatiran akan fenomena seks pra nikah di kalangan remaja sebenarnya dialami oleh setiap pemeluk agama. Pemerintah China akhir-akhir mulai mengkhawatirkan munculnya fenomena seks pra nikah di kalangan generasi mudanya. Padahal mereka termasuk sangat selektif untuk menyaring setiap konten pornografi yang berasal dari luar. Pertanyaannya kemudian dikembalikan kepada publiks sendiri, apakah fenomena seks pra nikah dianggap lazim ataukah merupakan fenomena kerusakan moral. Memang benar, pendidikan agama perlu untuk dikedepankan, tetapi belumlah cukup untuk membendung risiko terjadinya seks pra nikah. Kita tidak boleh sesekali menutup mata atas fakta-fakta yang sudah terungkap di lapangan. Berbagai kalangan mengakui apabila kunci untuk mencegah terjadinya perilaku seks pra nikah yang paling utama justru terdapat pada peran keluarga. 

Penulis pernah membaca suatu artikel menarik dari majalah Men’s World tahun 2006. Rupanya fenomena seks pra nikah ini pun sempat menjadi kekhawatiran di kalangan keluarga di Amerika Serikat. Disebutkan bahwa terjadinya hubungan seks terletak pada prinsip TAKE & GIVE di mana pria akan mengambil (taking), sedangkan wanita berada pada posisi memberi (giving). Jadi kunci untuk membendung perilaku seks pra nikah terletak pada si pria. Banyak kalangan yang menafsirkan wanita sebagai faktor pemicu, tetapi mengabaikan pria sebagai pihak yang mengambil kesempatan. 

Catatan pula ditujukan ke pihak pemda di tingkat kabupaten dan kota di Yogyakarta. Pihak pemda seharusnya tidak begitu saja hanya menikmati sumber pendapatannya untuk PAD, tetapi punya kewajiban moral pula kepada para pendatang. Yogyakarta sudah sejak lama pula tidak lagi melekat predikat ‘Kota Pelajar’, melainkan lebih melekat sebagai ‘Kota Cinta’. Paradigma tentang kekhawatiran akan kehilangan sumber pendapatan dari eksternalitas pendidikan seharusnya tidak menjadi pertimbangan. Mungkin saja paradigma tersebut hanya digunakan untuk mengelabuhi keengganan dan ketidakpedulian pemda terhadap fenomena kerusakan moral pada kalangan generasi muda. 

Pada akhirnya, untuk menyikapi fenomena seks pra nikah dikembalikan kepada kita semua para pembaca dan masyarakat. Apakah fenomena seks pra nikah dianggap sebagai fenomena yang mengkhawatirkan dan tidak normal ataukah hanya menjadi sebuah fenomena sosial semata. Bagi kebanyakan dari kita mungkin akan berusaha untuk menutup mata, sekalipun masih tersirat sedikit keprihatinan. Masyarakat Indonesia sebenarnya sejak kasus heboh seks pra nikah pada pertengahan dekade 1990an di Bandung dan Yogyakarta sebenarnya belum memiliki kesamaan pandangan dan terutama sikap yang jelas. Tulisan ini pun mungkin adalah untuk yang kesekian kalinya diperlihatkan dan mungkin akan menjadi kesekian kalinya berlalu begitu saja.Tetapi yang lebih utama, penulis sudah melakukan kewajiban pokok sebagai warga negara dan umat untuk mencari dan menyampaikan beberapa fakta. SUMBER

Update Terbaru

Blogger Widget Get This Widget -

Semua Ada di Sekitar Kita