Tampilkan posting dengan label Pendidikan. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label Pendidikan. Tampilkan semua posting

Selasa, 12 Maret 2013

Cara Unik Sekolah Tangkal Stres Siswa

|0 komentar
Ilustrasi: huffingtonpost
Ilustrasi: huffingtonpost



JAKARTA - Siapa bilang jadi anak sekolah enggak stres? Setiap hari, begitu banyak mata pelajaran yang harus kita tekuni, belum lagi setumpuk pekerjaan rumah (PR) yang harus kita selesaikan. Apalagi menjelang ujian, pasti tingkat stres kita akan naik seiring banyaknya jam pelajaran tambahan yang harus kita ikuti. 

Karena itulah, sekolah menyelipkan waktu istirahat di sela-sela jam pelajaran. Tujuannya, agar kita enggak terlampau stres belajar. Tapi, beberapa sekolah di Amerika Serikat (AS) punya cara asyik nih untuk menurunkan tingkat stres siswanya. Apa saja? 

Yoga

Di Smithtown, New York, mata pelajaran olahraga bukanlah suatu momok yang harus dihindari. Sebaliknya, mata pelajaran ini justru menjadi alternatif menghalau stres. Dilansir Huffingtonpost,Selasa (12/3/2013), salah satu siswa di SMA ini, Will Eng, menjelaskan, sekolahnya menawarkan empat jenis olahraga yang bisa dipilih siswanya yakni olahraga tim, proyek petualangan alam bebas, fitnes dan yoga. 

Puppy Love

Berbagai penelitian menunjukkan, binatang peliharaan dapat menjadi cara efektif menurunkan tingkat stres. Saat ini, banyak SMA di AS menggunakan terapi binatang peliharaan bagi para siswanya yang mengalami tekanan di sekolah. Tim konseling SMA Prospect, di Mount Prospect, Illinois, misalnya, menyertakan Junie, anjing Golden Retriever berusia 18 bulan yang berperan sebagai "anjing terapi" untuk menenangkan dan merilekskan para siswa. 

Meditasi transendental 

Riset University of California, Los Angeles (UCLA) pada 2011 menemukan, ketika stres, kesehatan emosional seorang mahasiswa tahun pertama ada di tingkat paling rendah selama 25 tahun dalam hidupnya. Meditasi transendental, yakni bentuk meditasi yang dilakukan dengan mata tertutup dan melibatkan pengulangan mantra selama 15-20 menit per hari, terbukti telah menurunkan tingkat stres para mahasiswa tahun pertama. Meditasi ini pun kini  dipraktikkan para siswa SMA, salah satunya di San Francisco, untuk mengurangi stres mereka. 

Tidur siang 

Ketimbang sepotong coklat atau secangkir kopi, tidur siang berkualitas lebih efektif dalam membangkitkan semangat kita untuk menghadapi pelajaran di siang hingga sore hari. SMA Lakeside di Georgia membantu para siswa mendongkrak energi dan kemampuan kognitif mereka dengan mempersilakan para siswa tidur siang selama 30 menit di aula sekolah. 

Latihan otak 

Beberapa sekolah mulai mengajari para siswanya tentang kesadaran berpikir (mindfulness) melalui program Social and Emotional Learning (SEL). Latihan ini fokus pada ketahanan emosional  yang dapat meningkatkan performa akademik siswa. 

Ruang rileksasi 

Tahun lalu, laboratorium bahasa yang sudah tidak terpakai di SMA Belfast Area, di Maine, diubah menjadi ruang rileksasi bagi seluruh warga sekolah. Di ruang rileksasi tersebut, guru, siswa, dan administrator sekolah dapat menikmati sesi singkat pijat, reiki, akupuntur, chiropractic dan terapi fisik lainnya untuk menurunkan stres. 

Istirahat 

Ini adalah cara yang umum dilakukan banyak sekolah, termasuk di Indonesia. Sekolah memberikan 15-20 menit waktu istirahat di sela-sela jam pelajaran untuk mengurangi stres para siswa. Waktu ini bisa dimanfaatkan untuk bersantai, atau bergaul dan bermain dengan teman-temannya. Di SMA Chanhassen di Minnesota, 
para siswa dapat menikmati istirahat harian ini, termasuk juga malam bebas PR yang disebar selama setahun untuk mengurangi tingkat stres mereka. 

Konferensi kepercayaan diri 

Berjuang dengan kepercayaan diri dan masalah citra tentang tubuh di SMA dapat menambah stres yang dirasakan siswa. Beberapa SMA di AS menyediakan berbagai program bagi para siswanya untuk menyadarkan mereka tentang kepercayaan diri dan citra atas tubuh yang sehat. 

Di SMA Union County, New Jersey, para murid perempuan diundang untuk menghadiri konferensi satu hari yang diisi dengan berbagai aktivitas untuk meningkatkan kepercayaan diri. Konferensi tersebut bertajuk "Happy, Healthy & Whole: A Conference to Empower Young Women." Sementara itu, di SMP British Columbia's G.W. Graham, para siswinya berinisiatif untuk mengajak gadis-gadis muda merayakan kecantikan alami mereka dengan tidak menggunakan make up dan produk perawatan rambut selama seminggu. (Sumber)

Minggu, 27 Januari 2013

5 Negara Maju yang Tanpa Ujian Nasional

|0 komentar
Sekarang lagi musim Ujian Nasional. Untuk Apakah Ujian Nasional Sebetulnya? Apakah Ujian nasional mutlak diperlukan? Berikut 5 Negara Maju Tanpa Ujian Nasional dan ternyata tidak menerapkan ujian nasional pada sistem pendidikannya...


Kira kira negara mana saja yang masuk ke 5 Negara Maju Tanpa Ujian Nasional ,mari kita simak ulasan satu persatu ke 5 Negara Maju Tanpa Ujian Nasional berikut ini

1. Finlandia
 
Finlandia sebagai negara dengan system pendidikan termaju di dunia tidak mengenal yang namanya Ujian Nasional. Evaluasi mutu pendidikan sepenuhnya dipercayakan kepada para guru sehingga negara berkewajiban melatih dan mendidik guru guru agar bisa melaksanakan evaluasi yang berkualitas. Setiap akhir semester siswa menerima laporan pendidikan berdasarkan evaluasi yang sifatnya personal dengan tidak membandingkan atau melabel para siswa dengan peringkat juara seperti yang telah menjadi tradisi pendidikan kita. Mereka sangat meyakini bahwa setiap individu adalah unik dan memiliki kemampuan yang berbeda beda.
Di Finlandia profesi guru adalah profesi yang paling terhormat. Dokter justru berada dibawah peringkat guru.

Jumat, 18 Januari 2013

Monster" Raksasa Prasejarah dari Kedalaman Laut

|0 komentar

Sang pemangsa ganas memiliki panjang 8,6 meter dan hidup sekitar 224 juta tahun lampau, pada periode pascabencana kepunahan massal.

monster laut,samudraIlustrasi monster laut (Thinkstockphoto).
Spesies baru dari keluarga reptil laut prasejarah dipastikan keberadaannya dalam studi ekskavasi terbaru di perairan Nevada, Amerika Serikat. Studi lengkap sudah ditulis di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.
Thalattoarchon saurophargis, nama yang diberikan untuk sang pemangsa ganas yang memiliki panjang 8,6 meter. Hidup sekitar 224 juta tahun lampau --pada periode geologi Trias, pasca terjadinya bencana yang memicu kepunahan massal terhebat dalam sejarah, yakni Masa Permian.

Kamis, 10 Januari 2013

Mendikbud: Kegiatan Belajar Mengajar di RSBI Harus Berjalan Sampai Akhir Tahun Ajaran

|0 komentar

Jakarta --- Terkait dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan penggugat terkait dasar hukum Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah RSBI tidak boleh serta merta dihentikan. Hal tersebut dikatakan Mendikbud di depan sejumlah wartawan di kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Rabu (9/1).

Keberhasilan Kurikulum 2013

|0 komentar

Sedikitnya ada dua faktor besar dalam ke­ berhasilan kurikulum 2013. Pertama, penen­tu, yaitu kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengan kurikulum dan buku teks. Kedua, faktor pendukung yang terdiri dari tiga unsur; (i) ketersediaan buku sebagai ba­han ajar dan sumber belajar yang mengintegrasikan standar pem­bentuk kurikulum; (ii) penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan; dan (iii) penguatan ma­naj­emen dan budaya sekolah.
iklan5-skema2
iklan5-skema1
Berkait dengan faktor perta­ma, Kemdikbud sudah mende­sain­­ strategi penyiapan guru se­­bagaimana digambarkan pa­da skema penyiapan guru yang me­ibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widya­swara, guru inti, pengawas, ke­­pala sekolah; guru uta­ma me­iputi guru inti, penga­was, dan kepala sekolah; dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.
Pada diri guru, sedikitnya ada empat aspek yang harus di­beri perhatian khusus dalam rencana implementasi dan ke­terlaksanaan kurikulum 2013, yaitu kompetensi pedagogi; kompetensi akademik (keilmuan); kompetensi sosial; dan kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemung­kinan terjadinya perubahan.
Kesiapan guru lebih penting­ daripada pengembangan kuri­kulum 2013. Kenapa guru menjadi penting? Karena dalam kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar,­ dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah mene­rima materi pembelajaran.
iklan5-gbr1
Melalui empat tujuan itu diharapkan siswa memiliki kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan jauh lebih baik. Mereka akan lebih kreatif, inovatif, dan lebih produktif. Disinilah guru berperan be­sar di dalam mengimplementa­sikan tiap proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Guru ke depan dituntut tidak hanya cer­das tapi juga adaptip terhadap perubahan. (sumber)

Sabtu, 05 Januari 2013

Guru dan Kurikulum 2013

|0 komentar

Ada empat aspek yang harus diberi perhatian khusus dalam rencana implementasi dan keterlaksanaan kurikulum 2013. Apa saja?   
Pertama, kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar (baca: kompetensi pedagogi/akademik).  Didalamnya terkait dengan metodologi pembelajaran, yang nilainya pada pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) baru mencapai rata-ratanya 44,46.
Kedua, kompetensi akademik (keilmuan), ini juga penting, karena guru sesungguhnya memiliki tugas untuk bisa mencerdaskan peserta didik dengan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya, jika guru hanya menguasai metode penyampaiannya tanpa kemampuan akademik yang menjadi tugas utamanya, maka peserta didik tidak akan mendapatkan ilmu pengetahuan apa-apa.

Jumat, 04 Januari 2013

Tahun 2013, Total Bantuan Operasional Kemdikbud Capai Rp 8,66 Triliun

|0 komentar

Jakarta --- Total bantuan operasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tahun 2013 yang disalurkan ke jenjang pendidikan dasar, menengah dan jenjang pendidikan tinggi mencapai sebesar Rp 8,66 triliun atau sebesar 11,85 persen dari total anggaran sebesar Rp 73,09 triliun.
Mendikbud Mohammad Nuh, menyampaikan hal itu dalam acara jumpa pers akhir tahun 2012, di Jakarta, Jumat (28/12) siang. "Kami pastikan pemberian bantuan operasional untuk jenjang pendidikan tinggi dalam bentuk BOPTN dalam kerangka untuk memberikan keterjangkauan masyarakat pada jenjang pendidikan tinggi," katanya.
Masih dalam memastikan keterjangakaun itu, Mendikbud berjanji akan menyiapkan aturan berkait dengan pembiayaan di lingkungan perguruan tinggi. "Insya Allah akhir Februari 2013 kami akan mengeluarkan aturan mengenai pembiayaan di lingkungan perguruan tinggi. Ini dilakukan agar pembiayaan di jenjang perndidikan tinggi terkendali," katanya.
Rincian dana operasional sebesar Rp 8,66 triliun itu masing-masing untuk jenjang pendidikan tinggi (BOPTN) sebesar Rp 2,7 triliun, Sebesar Rp 4,91 triliun untuk operasional jenjang pendidikan menengah (BOSSM), dan sebesar Rp 1,05 triliun untuk jenjang pendidikan dasar yang selama ini dikenal dengan sebitan bantuan operasional sekolah (BOS). Dikatakan Nuh, besarnya bantuan operasional tersebut diluar beasiswa yang besarnya mencapai Rp 7,84 triliun atau 10,73 persen dari total anggaran Kementerian sebesar Rp 73,09 triliun. (Kemi) (sUMBER)

Kamis, 03 Januari 2013

Struktur Kurikulum 2013

|0 komentar

Dalam teori kurikulum (Anita Lie, 2012) keberhasilan suatu kurikulum merupakan proses panjang, mulai dari kristalisasi berbagai gagasan dan konsep ideal tentang pendidikan, perumusan desain kurikulum, persiapan pendidik dan tenaga kependidikan, serta sarana dan prasarana, tata kelola pelaksanaan kurikulum --termasuk pembelajaran-- dan penilaian pembelajaran dan kurikulum.
Struktur kurikulum dalam hal perumusan desain kurikulum, menjadi amat penting. Karena begitu struktur yang disiapkan tidak mengarah sekaligus menopang pada apa yang ingin dicapai dalam kurikulum, maka bisa dipastikan implementasinya pun akan kedodoran.

iklan4-tabel2
iklan4-gbr1
iklan4-tabel1
Pada titik inilah, maka penyampaian struktur kurikulum dalam uji publik ini menjadi penting. Tabel 1 menunjukkan dasar pemikiran perancangan struktur kurikulum SD, minimal ada sebelas item. Sementara dalam rancangan struktur kurikulum SD ada tiga alternatif yang di mesti kita berikan masukan.

iklan4-tbl2
Di jenjang SMP usulan rancangan struktur kurikulum diperlihatkan pada tabel 2. Bagaimana dengan jenjang SMA/SMK? Bisa diturunkan dari standar kompetensi lulusan (SKL) yang sudah ditentukan, dan juga perlu diberikan masukan.
Tiga Persiapan untuk Implementasi Kurikulum 2013
ADA pertanyaan yang muncul bernada khawatir, dalam uji publik kurikulum 2013? Persiapan apa yang dilakukan Kemdikbud untuk kurikulum 2013? Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang, kurikulum itu sudah harus diterapkan. Menjawab kekhawatiran itu, sedikitnya ada tiga persiapan yang sudah masuk agenda Kementerian untuk implementasi kurikulum 2013. Pertama, berkait dengan buku pegangan dan buku murid. Ini penting, jika kurikulum mengalami perbaikan, sementara bukunya tetap, maka bisa jadi kurikulum hanya sebagai “macan kertas”.
Pemerintah bertekad untuk menyiapkan buku induk untuk pegangan guru dan murid, yang tentu saja dua buku itu berbeda konten satu dengan lainnya.
Kedua, pelatihan guru. Karena implementasi kurikulum dilakukan secara bertahap, maka pelatihan kepada guru pun dilakukan bertahap. Jika implementasi dimulai untuk kelas satu, empat di jenjang SD dan kelas tujuh, di SMP, serta kelas sepuluh di SMA/SMK, tentu guru yang diikutkan dalam pelatihan pun, berkisar antara 400 sampai 500 ribuan.
Ketiga, tata kelola. Kementerian sudah pula mnemikirkan terhadap tata kelola di tingkat satuan pendidikan. Karena tata kelola dengan kurikulum 2013 pun akan berubah. Sebagai misal, administrasi buku raport. Tentu karena empat standar dalam kurikulum 2013 mengalami perubahan, maka buku raport pun harus berubah.
Intinya jangan sekali-kali persoalan implementasi kurikulum dihadapkan pada stigma persoalan yang kemungkinan akan menjerat kita untuk tidak mau melakukan perubahan. Padahal kita sepakat, perubahan itu sesuatu yang niscaya harus dihadapi mana kala kita ingin terus maju dan berkembang. Bukankah melalui perubahan kurikulum ini sesungguhnya kita ingin membeli masa depan anak didik kita dengan harga sekarang. (Sumber)

Beasiswa untuk Siswa dan Mahasiswa Miskin Terus Ditingkatkan

|0 komentar

Jakarta --- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus berkomitmen menyediakan akses pendidikan bagi siswa dan mahasiswa miskin, dalam bentuk pemberian beasiswa. Pada tahun 2012, total anggaran yang disediakan untuk beasiswa bagi siswa dan mahasiswa miskin sebesar Rp. 3,99 triliun, sedangkan untuk tahun 2013 akan ditingkatkan menjadi Rp. 4,59 triliun. Hal tersebut diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh dalam Konferensi Pers Akhir Tahun 2012, di Kantor Kemdikbud Jakarta, Jumat (28/12) kemarin.
"Dengan anggaran yang meningkat, tentu saja jumlah penerimanya akan meningkat," ujar Mendikbud. Jumlah penerima Beasiswa Bidikmisi yaitu beasiswa kuliah S1 bagi mahasiswa miskin, akan ditingkatkan. Jika tahun 2012 ini penerima Bidikmisi berjumlah 92 ribu mahasiswa, tahun 2013 akan dialokasikan untuk 150 ribu mahasiswa.

Sabtu, 29 Desember 2012

Persiapan Guru dalam menghadapi Kurikulum 2013

|2 komentar



Guru dalam Kurikulum 2013
Guru SD, SMP, SMA dan SMK
Guru memiliki peran besar di dalam  proses pembelajaran pada setiap pergantian kurikulum.
Setidaknya ada empat aspek kompetensi guru yang perlu dipersiapkan dalam menghadapi pelaksanaan kurikulum 2013.


1.    Pertama, kompetensi guru dalam pemahaman substansi bahan ajar; kompetensi pedagogik.  Didalamnya terkait dengan metodologi pembelajaran, yang nilainya pada pelaksanaan uji kompetensi guru (UKG) baru mencapai rata-ratanya 44,46.

2.    Kedua, kompetensi akademik (keilmuan), ini juga penting, karena guru sesungguhnya memiliki tugas untuk bisa mencerdaskan peserta didik dengan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya. jika tidak, maka peserta didik tidak akan mendapatkan ilmu pengetahuan apa-apa.

3.    Ketiga, kompetensi sosial. Guru sebaiknya memiliki kompetensi sosial, karena ia tidak hanya dituntut cerdas dan bisa menyampaikan materi keilmuannya dengan baik, tapi juga dituntut untuk secara sosial memiliki komptensi yang memadai, baik terhadap teman sejawat, peserta didik maupun lingkungannya.

4.    Keempat, kompetensi manajerial atau kepemimpinan. Pada diri gurulah sesungguhnya terdapat teladan, yang diharapkan dapat dicontoh oleh peserta didiknya. Seperti pada slogan pendidikan: Ing ngarso sung tulodho, Ing madyo mangun karso dan Tutwuri handayani

Guru sebagai ujung tombak penerapan kurikulum, diharapkan bisa menyiapkan dan membuka diri terhadap beberapa kemungkinan terjadinya perubahan.

Kesiapan guru sangat penting, karena dalam tujuan kurikulum 2013, diantaranya mendorong peserta didik mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan - mempresentasikan, apa yang mereka peroleh setelah menerima materi pembelajaran.

Dikutip dari
Sumber : http://www.kemdiknas.go.id/


Melihat info di atas tampak jelas tugas guru ke depan semakin berat. Jangan-jangan pemerintah merasa sudah terlalu besar memberikan Gaji Guru sehingga guru harus ditambah beban tugasnya. (?????)

Guru Harus Bendung Radikalisme Agama

|0 komentar

SEMARANG - Salah satu peran guru mata pelajaran Agama, harus mampu membendung radikalisme agama yang kini kerap terjadi di negeri ini.

Hal itu ditekankan karena para pelajar sekolah sudah banyak yang terpengaruh oleh tindak kekerasan atas nama agama. Hal itu disampaikan Ketua LPTK Rayon 206 IAIN Walisongo Semarang Dr H Suja'i, dalam upacara penyerahan sertifikat pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG) tahap II di kampus tersebut, kemarin.

Menurutnya, untuk mengantisipasi kegiatan radikal tersebut, guru Agama, khususnya yang sudah bersertifikat, harus mampu membina karakter siswa. ''Dalam konteks pembelajaran, guru sebaiknya menyisipkan pendidikan inklusif dalam mata pelajaran Agama kepada siswanya. Budaya damai terhadap sesama, saling menghormati antaragama sangat penting dalam menciptakan kedamaian dunia,'' ungkapnya.

Selasa, 25 Desember 2012

Kurikulum 2013: Penjurusan di SMA dihapus

|0 komentar

Kliping HU KOMPAS Rabu 12 Desember 2012 Hal 12
Sistem penjurusan dalam jenjang sekolah menengah (SMA/SMK) diwacanakan akan diganti dengan sistem peminatan terbuka. Hal tersebut tertuang dalam draf kurikulum 2013 yang saat ini tengah memasuki masa uji publik.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hamid Muhammad, mengatakan dalam draf kurikulum baru yang rencananya diterapkan pada 2013, ditawarkan konsep peminatan terbuka khusus untuk jenjang sekolah menengah. 

"Jadi, siswa dapat memilih mata pelajaran sesuai minatnya, tidak lagi dibatasi penjurusan. Siswa yang belajar minat di IPA bukan berarti tidak bisa belajar ekonomi atau bahasa Jepang," kata Hamid, di Jakarta, Senin (3/12).

Menurut Hamid, konsep tersebut dilakukan agar para peserta didik tidak hanya terfokus mempelajari dan mendalami satu bidang kelimuan. "Harapannya, siswa dapat memperluas ilmu sebagai penunjang," terang Hamid.

Dengan sistem yang lama, yakni penjurusan, menutup kemungkinan bagi siswa untuk mempelajari bidang studi yang berada di luar jurusan. Padahal, bukan tidak mungkin siswa yang gemar IPA juga membutuhkan pelajaran bahasa Jepang untuk melanjutkan studinya di Jepang. Namun, rencana tersebut belum final, konsep tersebut juga dimasukkan ke draf kurikulum baru untuk dimintakan masukan dari masyarakat selama uji publik berlangsung. 

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana mengubah kurikulum mulai pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi. Draf tersebut telah disetujui Wapres, Boediono, sebagai Ketua Komite Pendidikan.

Draf yang telah disetujui tersebut kini tengah diujipublikkan sejak 29 November 2012. Uji Publik akan berlangsung selama tiga minggu, dan masyarakat dapat melihat isi draf tersebut di http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id. 

"Kalau mereka tidak setuju dengan kelompok peminatan, silakan beri masukan dalam uji publik beserta alasannya. Silakan beri usulan," tegas Hamid.

Hamid menambahkan penerapan kurikulum baru akan berdampak pada kesiapan sarana prasarana, infrastruktur, serta kesiapan para guru. Sebab di lapangan, masih terjadi ketimpangan antara sekolah-sekolah yang ada di perkotaan dan sekolah-sekolah yang terdapat di daerah atau pelosok, khususnya terkait dengan ketersediaan dan kemampuan guru.

"Konsekuensinya pasti sarana-prasarananya karena tidak bisa menghitung rombongan belajarnya. Guru juga harus disiapkan. Guru yang mata pelajarannya kurang diminati juga akan berkurang. Tapi itu akan diatur lebih lanjut," jelas dia.

Pemetaan

Dalam kesempatan yang sama, mantan Dirjen PAUDNI itu juga mengungkapkan akan mengevaluasi keberadaan jurusan-jurusan di SMK. Akan dipetakan jurusan-jurusan apa saja yang mulai sepi peminat dan kurang diminati oleh dunia kerja dan industri.

"Kita akan lihat apa saja yang menurun peminatnya, apa karena dunia industri sudah tidak berminat, atau peluangnya besar tapi kompetensinya tidak sesuai. Bukan tidak mungkin nanti akan ada penutupan jurusan," imbuh dia.

Uji Publik Kurikulum 2013: Penyederhanaan, Tematik-Integrati

|0 komentar

 
 
Pengembangan Kurikulum 2013 dilakukan dalam empat tahap. Pertama, penyusunan kurikulum di lingkungan internal Kemdikbud dengan melibatkan sejumlah pakar dari berbagai disiplin ilmu dan praktisi pendidikan. Kedua, pemaparan desain Kurikulum 2013 di depan Wakil Presiden selaku Ketua Komite Pendidikan yang telah dilaksanakan pada 13 November 2012 serta di depan Komisi X DPR RI pada 22 November 2012. Ketiga, pelaksanaan uji publik guna mendapatkan tanggapan dari berbagai elemen masyarakat. Salah satu cara yang ditempuh selain melalui saluran daring (on-line) pada laman http://kurikulum2013.kemdikbud.go.id , juga melalui media massa cetak. Tahap keempat, dilakukan penyempurnaan untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Kurikulum 2013.
Inti dari Kurikulum 2013, adalah ada pada upaya penyederhanaan, dan tematik-integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan.
Titik beratnya, bertujuan untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Adapun obyek yang menjadi pembelajaran dalam penataan dan penyempurnaan kurikulum 2013 menekankan pada fenomena alam, sosial, seni, dan budaya.

Update Terbaru

Blogger Widget Get This Widget -

Semua Ada di Sekitar Kita

Alkisah (41) Aneh dan Unik (625) Artis (923) Berita Internasional (5) Berita Tebaru (198) Bisnis Internet (38) Cerita Dewasa (14) CInta dan Kencan (319) Dewasa (321) Dunia (284) Dunia Hewan (1) Dunia Hiburan (3) Dunia Otomotif (2) Foto (44) Foto Bugil (247) Foto Hot (302) Foto lucu (49) Gokil (31) Kesehatan (149) Komputer (23) Kuliner (1) Lucu (80) misteri (104) Motivasi (72) Pendidikan (13) Sepakbola (23) Sex (1) Software (7) Tahukah Kamu (1) Teknologi (31) Tips Bisnis (15) Tips Blog (40)