Kamis, 16 Mei 2013

Perkosa 3 Gadis, Ariel Merasa Tak Bersalah

Ariel Castro, 52, tersangka kasus penculikan dan pemerkosaan tiga gadis muda selama 10 tahun.


Ariel Castro, tersangka penculikan tiga gadis kecil selama 10 tahun di Cleveland, Amerika Serikat, mengaku tak bersalah terhadap semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Sebelumnya pihak pengadilan Ohio telah mendakwanya melakukan dua tindak kejahatan yaitu penculikan dan pemerkosaan terhadap ketiga korban. 

Dilansir laman Telegraph, Kamis 16 Mei 2013, hal itu disampaikan oleh pengacara Ariel, Craig Weintraub dan Jay Schlachet dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi lokal, WKYC-TV. Menurut Weintraub, pihak media bertindak tidak adil terhadap pelaku karena kerap menggambarkan sosoknya sebagai seorang monster. 

"Media mencoba untuk menjelekkan sosok Ariel, sebelum publik mengetahui keseluruhan ceritanya. Namun sosok Ariel yang saya ajak bicara selama tiga jam tidak seburuk itu," ujar Weintraub. 

Weintraub menambahkan pihak keluarga korban juga menggambarkan Ariel serupa dengan figur yang dipilih media. Selain itu Weintraub juga menyebut bahwa Ariel sangat menyayangi Jocelyn, putrinya yang dia peroleh dari salah satu korban, Amanda Berry. 

"Saya dapat mengatakan kepada Anda bahwa Ariel ingin sekali melihat putrinya dalam keadaan dan memiliki masa depan yang baik," ujar Schlachet dalam sebuah wawancara pada Rabu.

Namun semua pernyataan itu terbantahkan dengan fakta medis yang menyebut dua  korban mengalami kekurangan gizi yang cukup parah dan membutuhkan pengobatan dalam jangka waktu lama. Menurut salah seorang sumber yang bercerita kepada Reuters, dua korban Castro, yaitu Michelle Knight dan Gina DeJesus, mengalami beberapa luka seperti kehilangan pendengaran sebelah dan kerusakan pada otot serta sendi. 

Menurut sumber tersebut, korban penyekapan diikat dengan lakban dan ditahan dalam posisi tubuh yang susah dilakukan oleh manusia biasa. Ketiga korban sudah nampak seperti penjara perang. 

Mereka juga ditahan menggunakan rantai yang menyatu dengan dinding rumah dan rantai anjing yang menggantung dari langit-langit loteng. 

"Apabila pelaku pergi dalam waktu lama, dia bahkan akan melakban seluruh bagian wajah korban dan hanya menyisakan lubang hidung untuk bernafas. Ketika pelaku ingin melepaskan lakban itu, dia langsung menariknya begitu saja dari wajah korban," ujar sumber yang tidak ingin disebutkan namanya itu. sumber

0 komentar:

Posting Komentar

Update Terbaru

Blogger Widget Get This Widget -

Semua Ada di Sekitar Kita