Minggu, 10 Maret 2013

Benarkah Tak Boleh Gonta-ganti Merek Produk Perawatan Kulit?


Shopping for Skin Care Products
Ada anggapan bahwa berganti-ganti produk perawatan kulit atau skin care membuat kulit rusak. Ternyata bukan itu penyebabnya.

Pada dasarnya, kata ahli kecantikan dr. Auria Ekanti Pratiwi, skin care adalah produk yang memberikan efek ke depan. Bukan saat pemakaian sperti yang terjadi pada obat-obatan dalam golongan nafza semacam psikotrapika. Karena itu, tidak ada istilah ketergantungan pada merek produk perawatan kulit.

Skin care itu, lanjutnya, merupakan perawatan yang memberikan vitamin atau nutrisi pada kulit wajah maupun badan pengguna. Namun, jika ada yang mengalami efek buruk pada wajahnya terkait skin care, banyak yang salah kaprah memahami penyebabnya. Bukan akibat ganti merek produk skin care, kata Auria, “tapi akibat penghentian pemakaian, kulit kembali seperti semula.”

Begitu pun ketika datang ke dokter kulit atau dermatologist, setiap krim yang diberikan pasti ada dosisnya. Justru yang menjadi masalah ketika kita menghentikan penggunaannya. Ambil contoh, Auria menuturkan, pada kasus pengobatan jerawat yang sejatinya membutuhkan perawatan jangka panjang. Krim diberikan untuk mengobati bagian luarnya yang tampak (jerawat). Saat dihentikan, maka jerawat pun bakal muncul lagi.

Kendati demikian, dokter kecantikan yang praktek di Auria’s Health and Beauty Clinic, Solo itu memahami munculnya efek samping ketika seseorang berpindah produk perawatan. Misalnya, muncul jerawat, kulit kusam, ataupun komedo. Ini bukan akibat ketergantungan. Tapi, karena komposisi dan dosis yang digunakan pada masing-masing produk tidak sama. Sehingga, pada pemakaian pertama produk baru, kulit membutuhkan penyesuaian.

Di mata Auria, keinginan mencoba yang baru termasuk pada produk perawatan kulit merupakan hal wajar. Semua orang ingin mendapatkan yang terbaik, termasuk dalam urusan perawatan kulit.

Namun dia kembali mengingatkan potensi terjadinya reaksi beragam dari kulit atas penggunaan produk dengan merek berbeda. Karena itu, tak mudah mendeteksi reaksi yang akan muncul.Sebab pada intinya, reaksi sangat bergantung pada kondisi masing-masing kulit atau wajah dalam menerima bahan yang terkandung dalam suatu produk.

Karena itu, Auria juga menepis adanya anggapan bawa berganti-ganti produk kecantikan ditujukan agar kulit tidak kebal. Tentu saja ini tidak tepat. Pergantian itu lumrah lantaran ada hasrat ingin mencari yang terbaik, namun  reaksinya perlu diantisipasi.

Agar perawatan kulit memberikan hasil maksimal, Auria memberikan tips:


1.  Kenalilah jenis kulit Anda, apakah itu normal cenderung kering, normal cenderung berminyak, atau sensitif. Kemudian pakailah jenis perawatan sesuai jenis kulit.

2. Mulailah memakai produk kecantikan setelah usia 18, namun untuk produk ringan seperti sun screen atau pelembap sebaiknya digunakan lebih dini.

3. Lihat dan perhatikan produk skin care yang Anda pakai, dari tingkat keamanan hingga kandungan atau komposisinya. Ini bisa dikonsultasikan dengan dokter.

4. Jika terjadi efek yang tidak diinginkan, misalnya alergi, segera konsultasikan kepada dokter.

5. Jika kulit Anda termasuk tipe kulit sensitif, jangan sembarang menggunakan produk kecantikan, apalagi berganti-ganti merek  yang belum sesuai dengan kondisi kulit.

6. Sebaiknya konsultasi dengan ahlinya sebelum menggunakan beragam produk skin care, mengingat kandungan bahan dan dosisnya belum tentu sama. Dikhawatirkan dapat memperparah kondisi kulit Anda karena ada kontraindikasi dari bahan-bahan tersebut.

7. Terapkan pola hidup sehat, seperti olah raga yang teratur, tidak merokok, tidak meminum minuman beralkohol, menghindari polutan, serta menghindari stres berlebihan.

8. Konsultasi secara periodik kondisi kulit Anda kepada dokter yang merawat. (SUMBER)

0 komentar:

Poskan Komentar

Update Terbaru

Blogger Widget Get This Widget -

Semua Ada di Sekitar Kita