Senin, 27 Mei 2013

Cinta Tulus, Cinta Tanpa Syarat?


Cinta Tulus, Cinta Tanpa Syarat?


Bagaimana denganmu sendiri? Jawab dengan jujur, apa yang kamu suka dari pasangan atau si dia yang sedang dekat denganmu? Tampang oke, penampilan keren, mobil baru, isi dompet yang lumayan tebal, atau karena jabatannya, misalnya? Selesai menjawab, bayangkan kembali ketika si dia yang kamu suka karena berbagai alasan itu kehilangan semua yang kamu sebutkan. Bagaimana kalau dia tak ganteng, tak berdompet tebal, dan tak lagi bisa mengantarkanmu ke mana pun dengan mobil mewahnya, masihkah ada satu saja alasan untuk bertahan di sampingnya?
“Cinta nggak pernah butuh alasan. Kalau kamu mencintai seseorang karena sesuatu, saat sesuatu itu nggak lagi dia punya, nggak lagi ada di dirinya, kamu akan berhenti menginginkannya. Mencintai tanpa alasan membuat kita menerima pasangan tanpa syarat,” Dika (23, freelance) menjawab cepat.  Selama ini, Dika pun mencoba “meraba” seberapa besar rasa sayang mereka yang pernah dekat dengannya. “Aku berharap terlalu banyak kepada satu orang, tapi dia pergi dengan alasan tidak lagi nyaman jalan denganku. Dari sana, aku belajar melihat ketulusan laki-laki. Sayangnya sampai sekarang belum ada satu pun yang mencintaiku tanpa alasan. Kalau mau mendapatkan cinta sejati, kita harus yakin dia bukan orang yang menginginkan kita karena kita siapa, tapi karena kita apa adanya,” tutup Dika.
“Yang terindah kadang memang nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata, semua terjadi begitu saja, termasuk soal cinta. Kita bahkan sering merasa bahagia tanpa sebab, yang semua itu karena pengaruh cinta,” Endri (24, customer service) menanggapi. Menurutnya, perasaan yang murni ada di dalam hati begitu sempurna untuk dideskripsikan, “Jadi, biarlah dia tetap sempurna. Jangan mengusik perasaan itu dengan hal lain, apalagi yang berhubungan dengan materi.”
Semua hal memang membutuhkan alasan, karena segala sesuatu berasal dari sesuatu (ini salah satu quote menarik yang kami ambil dalam buku Cinta: Selalu Ada Alasan Untuk Mencintaimu). Namun, berbeda dengan cinta. Emosi yang begitu besar itu hadir tanpa kita minta, sehingga memang tak pernah ada alasan mengapa dia hadir dalam kehidupan kita. Jatuh cinta tak membutuhkan alasan, dan bertarung untuk memenangkan cinta tidak membutuhkan penjelasan, kalau kata Mario Teguh. Cinta, justru menjadi alasan terkuat mengapa kita bertahan di sisi seseorang. Karena cinta—yang datang tiba-tiba tanpa alasan—itulah kita menjadikan seseorang istimewa dalam hidup kita.
Faktor lain di luar perasaaan—mulai dari fisik, kedudukan, sampai kepribadiannya—yang kerap kita maknai sebagai alasan untuk mencintai, hanyalah “alat” untuk meyakinkan diri sendiri tentang perasaan yang lebih dulu diam-diam masuk ke hati. Makin yakin semua faktor mendukung perasaan, makin bersemi pula rasa cintamu. Baiklah, jadi mulai sekarang tak perlu lagi pusing mengumpulkan alasan mengapa kamu mencintai si dia, karena—menurut psikoterapis Saiful Anam dari Holistic Solution Center—cinta bukan manipulasi. Biarkan cinta bekerja lewat caranya, sementara kita tinggal menikmati hasil kerjanya dengan merasa jatuh cinta setiap hari! SUMBER

0 komentar:

Posting Komentar

Update Terbaru

Blogger Widget Get This Widget -

Semua Ada di Sekitar Kita